Timnya Dihajar MU, Paul Ince Semprot Erik Ten Hag karena Tidak Sehangat Ferguson

Paul Ince tersinggung saat kembali ke Manchester United. Dia merasa tidak dihormati lantaran tak ditawarkan minum.

oleh Muhammad YantoDiterbitkan 03 Februari 2023, 16:00 WIB
Erik ten Hag. Pelatih anyar Manchester United asal Belanda berusia 52 tahun ini baru saja mendatangkan mantan anak asuhnya di Ajax Amsterdam, Lisandro Martinez di bursa transfer musim panas 2022/2023. Keduanya pernah bekerjasama di Ajax Amsterdam selama 3 musim mulai 2019/2020 hingga 2021/2022. Erik ten Hag sendiri membesut Ajax Amsterdam mulai tengah musim 2017/2018 hingga akhir musim 2021/2022. (AFP/NTB/Stian Lysberg Solum)

Liputan6.com, Jakarta Paul Ince pulang ke Old Trafford. Namun dia datang sebagai lawan Manchester United pada laga putaran keempat Piala FA, Minggu (29/1/2023) dini hari WIB.

Mantan gelandang MU dan Liverpool itu membawa Reading ke Old Trafford akhir pekan lalu, berharap bisa menemukan keajaiban dan membawa pulang kemenangan. Tapi, setelah bertahan di 45 menit pertama, mereka akhirnya tumbang 1-3.

Usai pertandingan, Ince langsung memuji manajer Setan Merah Erik ten Hag. Dia menyebut masa depan MU cerah di bawah pimpinan manajer asal Belanda tersebut.

"Dia telah membuat tim ini berada di posisi yang tepat dan klub ini melangkah maju. Ia melakukan banyak pekerjaan luar biasa di klub ini dan mereka kini menjadi satu kesatuan yang kokoh," kata Ince, dilansir laman resmi MU.

"Saya sangat senang dengan situasi ini. Sebagai mantan pemain Man United, saya melihat klub ini bakal punya masa depan yang cerah bersamanya," ujarnya, menambahkan.

Tapi Ince ternyata memendam kekecewaan. Dia merasa kesopanannya tidak dibalas sama oleh Erik Ten Hag pada para staffnya. Ince mencertiakan, pada saat pulang ke Old Trafford dia diundang oleh Sir Alex Ferguson usai laga.

Ince menemui manajer legendaris MU itu bersama dengan keluarga. Akan tetapi, Ince menyebut dirinya tidak mendapat perlakuan yang sopan dari Ten Hag dan para asistennya.

Tak ada satu pun di antara mereka yang menawarkan dirinya segelar anggur, maupun secangkir teh.

"Jadi, istri saya dan Thomas [Ince] pergi ke sana dan menghabiskan satu jam bersamanya. Tapi, itu mengecewakan saya karena tidak ada staf United yang meminta saya untuk segelas anggur. Saya tidak suka itu, itu kurang sopan," kata Ince, dilansir Mirror.

"Siapa pun itu, menang, kalah, atau seri, Anda mengatakan mampir untuk minum. Apakah itu anggur atau teh, itu tidak masalah. Tidak ada staf mereka yang melakukan itu sehingga sangat mengecewakan," sambungnya.


Kiprah Paul Ince di Manchester United

Tiga pemain ini pernah memperkuat Liverpool dan Manchester United. (Daily Star)

Dia membela Man United pada periode 1989-1995. Sosok asal Inggris itu merupakan salah satu pemain andalan di awal masa kesuksesan Man United pada era Sir Alex Ferguson.

Lanjut Baca:

Selama enam tahun pengabdiaanya untuk Man United, Paul Ince sukses meraih 10 trofi bergengsi termasuk dua gelar Premier League. Ia terkenal dengan julukannya, The Governor. Pencapaian itu membuat Paul Ince tetap dikenang sebagai bagian dari sejarah Man United meskipun sempat membelot ke Liverpool.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya