Liputan6.com, Jakarta Paul Ince pulang ke Old Trafford. Namun dia datang sebagai lawan Manchester United pada laga putaran keempat Piala FA, Minggu (29/1/2023) dini hari WIB.
Mantan gelandang MU dan Liverpool itu membawa Reading ke Old Trafford akhir pekan lalu, berharap bisa menemukan keajaiban dan membawa pulang kemenangan. Tapi, setelah bertahan di 45 menit pertama, mereka akhirnya tumbang 1-3.
Advertisement
Usai pertandingan, Ince langsung memuji manajer Setan Merah Erik ten Hag. Dia menyebut masa depan MU cerah di bawah pimpinan manajer asal Belanda tersebut.
"Dia telah membuat tim ini berada di posisi yang tepat dan klub ini melangkah maju. Ia melakukan banyak pekerjaan luar biasa di klub ini dan mereka kini menjadi satu kesatuan yang kokoh," kata Ince, dilansir laman resmi MU.
"Saya sangat senang dengan situasi ini. Sebagai mantan pemain Man United, saya melihat klub ini bakal punya masa depan yang cerah bersamanya," ujarnya, menambahkan.
Tapi Ince ternyata memendam kekecewaan. Dia merasa kesopanannya tidak dibalas sama oleh Erik Ten Hag pada para staffnya. Ince mencertiakan, pada saat pulang ke Old Trafford dia diundang oleh Sir Alex Ferguson usai laga.
Ince menemui manajer legendaris MU itu bersama dengan keluarga. Akan tetapi, Ince menyebut dirinya tidak mendapat perlakuan yang sopan dari Ten Hag dan para asistennya.
Tak ada satu pun di antara mereka yang menawarkan dirinya segelar anggur, maupun secangkir teh.
"Jadi, istri saya dan Thomas [Ince] pergi ke sana dan menghabiskan satu jam bersamanya. Tapi, itu mengecewakan saya karena tidak ada staf United yang meminta saya untuk segelas anggur. Saya tidak suka itu, itu kurang sopan," kata Ince, dilansir Mirror.
"Siapa pun itu, menang, kalah, atau seri, Anda mengatakan mampir untuk minum. Apakah itu anggur atau teh, itu tidak masalah. Tidak ada staf mereka yang melakukan itu sehingga sangat mengecewakan," sambungnya.
Kiprah Paul Ince di Manchester United
Dia membela Man United pada periode 1989-1995. Sosok asal Inggris itu merupakan salah satu pemain andalan di awal masa kesuksesan Man United pada era Sir Alex Ferguson.