KLB Asprov PSSI DKI Jakarta Tak Kunjung Digelar, 19 Voters Bikin Deklarasi

Asprov PSSI DKI belum punya pengurus baru usai kepengurusan lama selesai jabatannya di awal 2022, 19 voters buka suara.

oleh Defri SaefullahDiperbarui 28 Desember 2022, 20:33 WIB
Taufik Jursal Effendi (kanan), perwakilan dari Persija Barat yang merupakan voters Asprov PSSI DKI saat mengunjungi Balai Kota (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta 19 Voters yang menjadi pemilik suara di Kongres Luar Biasa (KLB) Asprov PSSI DKI Jakarta akhirnya buka suara. Ini menyusul belum digelarnya KLB Asprov PSSI DKI meski Plt Ketua Pengrpov PSSI DKI sudah dipegang Yoyok Sukawi.

19 voters mengadakan pertemuan dengan H. Syahrial, Pembina PS Pemuda Jaya yang mereka usung sebagai Calon Ketua Asprov baru.Pertemuan diadakan di RM Karimata Taman Mini, Jakarta Timur, Sabtu (26/11/2022) sore. Deklarasi sikap voters diucapkan Estining Wulan Handayani, voter dari PS Urakan Jakarta, bersama 18 pemilik suara lain.

“Kami dari 19 voters Asprov PSSI DKI Jakarta meminta kepada Bapak Yoyok Sukawi selaku Pelaksana Tugas Ketua, untuk segera melanjutkan Kongres Luar Biasa Asprov PSSI Jakarta tahun 2022. Satu hati untuk Pak Syahrial. Asprov PSSI Jakarta, Jaya!”

Deklarasi dan pertemuan itu dilakukan karena 2 hal. Pertama, mereka antusias menyambut Yoyok Sukawi sebagai Plt baru. Kedua, menyiapkan langkap-langkah antisipasi jika ada oknum yang ingin melakukan intervensi. Soalnya, “aroma” itu sudah mereka endus.

Pemilihan ketua baru Asprov PSSI DKI Jakarta memang tak dikunjung digelar, sedangkan voter PSSI lain sudah memiliki pengurus definitf jelang KLB PSSI. Ironisnya, mayoritas pemilik suara atau voters sejak awal sudah memberikan dukungan melewati rute normal: mendaftar di Komite Pemilihan (hasil kongres 29/4/2022-Red).

Karena tak ada yang keberatan, Komite Banding Pemilihan (KBP) pun tak perlu bekerja. Apalagi saat itu, pada saat masa pendaftaran dibuka, yang mendaftar hanya Syahrial. Namun KLB yang harusnya tinggal digulirkan, malah ditunda PSSI.

 


Berlarut-Larut

Taufik Jursal Effendi (kanan), perwakilan dari Persija Barat yang merupakan voters Asprov PSSI DKI saat mengunjungi Balai Kota (istimewa)

Kemudian PSSI memutuskan mengangkat Plt Haruna untuk menggelar KLB, toh KP dan KBP sudah terbentuk dan bekerja sesuai jadwal. Nyatanya Haruna membuat kongres baru, karena kongres sebelumnya ia nilai tidak sah, meski dihadiri Nico Siahaan dari legal PSSI. Haruna mengganti semua anggota KP dan KBP.

Syahrial yang mendaftar ulang, didiskualifikasi KP yang diketuai Gusti Randa. Kubu Syahrial melakukan banding ke KBP, sesuai regulasi. Hardi selaku ketua KBP, tak melihat adanya hal yang dilanggar Syahrial. Ia pun meloloskan.

Lanjut Baca:

Haruna marah, lalu mengundurkan diri sebagai Plt. Ada beberapa alasan yang dia sebut, salah satunya kinerja KP dan KBP tidak sinkron. Namun Syahrial menyentil, “Justru itu fungsi KBP, mengoreksi. Kalau produk KP benar, ya banding ditolak. Seperti ada KPU dan Bawaslu, ada fungsi masing-masing.” “Harusnya malah 21, tapi yang di Pulau Seribu tak bisa berangkat karena cuaca laut sedang bahaya. Satu lagi izin, adik kandungnya meninggal. Jadi suara untuk Pak Syahrial sebenarnya 21,” ujar Taufik Jursal Effendi, dari Persija Barat seperti rilis yang diterima media.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya