Liputan6.com, Singapura - Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan saham Senin (19/12/2022) seiring investor berjuang untuk menghilangkan ketakutan resesi.
Di sisi lain, saham-saham di wall street menunjukkan koreksi selama dua minggu berturut-turut untuk pertama kali sejak September 2022 karena kekhawatiran yang meningkat seiring bank sentral Amerika Serikat (AS) terus menaikkan suku bunga.
Advertisement
Di China, pejabat berjanji untuk stabilkan ekonominya pada 2023 dan mempertahankan likuiditas yang cukup di pasar keuangan untuk memenuhi target utama, menurut pernyataan setelah Konferensi Kerja Ekonomi Pusat, berdasarkan laporan Reuters.
Shanghai mengumumkan akan menutup sebagian besar sekolah lagi pada Senin, 19 Desember 2022 karena kasus COVID-19 melonjak. Demikian mengutip laman CNBC, Senin 19 Desember 2022.
Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin penguatan dengan naik 1,62 persen pada satu jam perdagangan yang didorong sektor saham teknologi.
Di China, indeks Shenzhen menguat dan indeks Shanghai melemah. Indeks Shanghai turun setelah Shanghai umumkan akan tutup sebagian besar sekolah.
Indeks ASX 200 di Australia melemah tipis 0,15 persen pada satu jam perdagangan. Di Jepang, indeks Nikkei 225 merosot 1,04 persen dan indeks Topix susut 0,62 persen. Indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,55 persen.
Pemerintah Jepang dan bank sentral dilaporkan akan revisi pernyataan yang berkomitmen pada target inflasi dua persen sedini mungkin, menurut Kyodo News. Bank of Japan mengadakan pertemuan kebijakan moneter akhir pekan ini.
UBS Dongkrak PDB China pada 2023
Sementara itu, UBS dongkrak produk domestik bruto (PDB) China pada 2023 menjadi 4,9 persen dibandingkan 4,5 persen sebelumnya. Hal itu disampaikan Ekonom UBS Wang Tao. Ia menuturkan, pembukaan kembali lebih awal dan cepat di China menjadi sentimen.
Ia menuturkan, produk domestik bruto (PDB) kuartal IV 2022 lebih lemah. Selain itu, UBS juga menurunkan PDB 2022 menjadi 2,7 persen dari 3,1 persen seiring pertumbuhan yang melemah pada November 2022 karena lonjakan kasus COVID-19.
UBS menambahkan, the Central Economic Work Conference akan memprioritaskan pertumbuhan yang stabil serta kebijakan makro yang mendukung pada tahun mendatang.
“Kami memperkirakan kebijakan fiskal akan tetap proaktif dengan sedikit peningkatan defisit utama dan obligasi khusus pemerintah daerah baru, kebijakan moneter dan kredit tetap mendukung dengan berlanjutnya likuiditas yang cukup tetapi tidak mungkin ada pemangkasan suku bunga tambahan,” tulis Wang.
Bursa Saham Asia Melemah pada 16 Desember 2022
Sebelumnya, bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Jumat, 16 Desember 2022. Koreksi bursa saham Asia Pasifik terjadi seiring tumbuhnya kekhawatiran resesi. Di sisi lain, penjualan ritel Amerika Serikat pada November 2022 mengecewakan dan meningkatkan kekhawatiran kenaikan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) mendorong ekonomi ke dalam resesi.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,87 persen ke posisi 27.527,12, dan memimpin koreksi di wilayah tersebut. Sementara itu, indeks Topix susut 1,2 persen ke posisi 1.950,21. Indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,04 persen menjadi 2.360,02. Di Australia, indeks ASX 200 tergelincir 0,78 persen ke posisi 7.148,7.
Indeks Hang Seng naik 0,49 persen pada jam terakhir perdagangan. Indeks Shenzhen melemah 0,55 persen menjadi 11.295,03 di China. Indeks Shanghai terpangkas turun 0,02 persen menjadi 3.167,9.
Selanjutnya
Hong Kong akan merilis pembacaan tingkat pengangguran untuk periode September-November 2022. Departemen Perdagangan AS memperlakukan pembatasan pada perusahaan China atas upaya mereka untuk menggunakan teknologi canggih untuk membantu memodernisasi militer China.
Itu terjadi hanya dua bulan setelah pemerintahan Biden mengekang akses China ke semikonduktor canggih. Saham perusahaan teknologi China yang tercatat di China melemah setelah pemerintah AS mengumumkan daftar perusahaan yang akan hadapi pembatas atas upaya membantu memodernisasi militer China.
Saham Cambricon Technologies yang terdaftar di bursa Shanghai turun lebih dari 4 persen di Asia. Saham China Electronics Technology Group melemah lebih dari dua persen. Saham Hangzhou Hikvision turun 0,7 persen. Saham WuXi Biologics naik lebih dari 5 persen di Asia.