Kabar Investasi Tesla di Indonesia, Menko Luhut: Elon Musk Sibuk dengan Twitter

Menko Luhut mengatakan, saat ini CEO Tesla Elon Musk sedang berfokus terhadap rencananya untuk melakukan akuisisi Twitter.

oleh Elga NurmutiaDiterbitkan 12 Oktober 2022, 14:42 WIB
Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Anindya Novyan Bakrie (kiri) dan Duta Besar Indonesia untuk AS Rosan Roeslani (kanan) berkunjung ke pabrik Tesla terbesar di Giga Factory Texas Amerika Serikat, Selasa (26/4/2022). Pendiri SpaceX dan Tesla Elon Musk akan mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengunjungi markas SpaceX di Texas, AS pada pada pertemuan yang dijadwalkan pada 14 Mei mendatang. (Liputan6.com/HO/Kadin) 

Liputan6.com, Jakarta

 

Tesla Beli Nikel Indonesia

Beberapa waktu lalu Luhut sempat mengumumkan kalau Tesla tertarik untuk investasi di Indonesia. Tapi, melansir CNN, rencana itu batal karena perusahaan mobil listrik tersebut terlalu mendikte pemerintah. (Foto: Instagram/ Luhut Binsar Pandjaitan)

Pembesut mobil listrik AS Tesla dikabarkan menandatangani kontrak pembelian olahan nikel sebesar USD 5 miliar (setara Rp 74,2 triliun) dengan perusahaan pengolahan nikel Indonesia. Sekadar informasi, nikel merupakan bahan untuk baterai mobil listrik Tesla.

Mengutip Reuters, Selasa (9/8/2022), informasi ini berasal dari seorang menteri senior di kabinet.

Reuters melaporkan, pemerintah Indonesia memang berupaya membuat Tesla mendirikan fasilitas produksi di Indonesia. Apalagi, Indonesia dikenal sebagai negara dengan cadangan nikel yang besar.

Sebelumnya pada pertengahan Mei, Presiden Joko Widodo juga pernah bertemu dengan pendiri Tesla Elon Musk dalam rangka menghidupkan iklim investasi Tanah Air.

"Kami terus bernegosiasi dengan Tesla, tetapi mereka sudah mulai membeli dua produk unggulan dari Indonesia," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

 

Kontrak 5 Tahun

Pendiri SpaceX dan Tesla Elon Musk (kaus hitam) foto bersama dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kelima kiri), Duta Besar Indonesia untuk AS Rosan Roeslani (keempat kiri), Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Anindya Novyan Bakrie (keempat kanan) dan para pengusaha Indonesia pada kunjungan kerja ke pabrik Tesla terbesar di Giga Factory Texas Amerika Serikat, Selasa (26/4/2022).  (Liputan6.com/HO/Kadin) 

Luhut mengatakan, Tesla menandatangani kontrak lima tahun dengan perusahaan pengolahan nikel yang beroperasi di luar Morowali, Sulawesi Tengah. Nikel tersebut akan digunakan dalam baterai lithium Tesla.

Saat dimintai komentar oleh Reuters, Tesla tidak memberikan tanggapan.

Sekadar informasi, Indonesia memang tertarik mengembangkan industri kendaraan listrik dan baterai di dalam negeri. Reuters menyebut Indonesia telah menghentikan ekspor bijih nikel untuk memastikan pasokan cukup bagi investor.

Tarik Investasi

Langkah itu pun berhasil menarik investasi dari raksasa baja Tiongkok dan perusahaan Korsel seperti LG dan Hyundai.

Namun, sebagian besar investasi nikel selama ini ditujukan untuk produksi logam mentah seperti nikel pig iron dan feronikel.

Sumber Reuters menyebut, pemerintah pun berencana untuk mengenakan pajak ekspor pada logam-logam ini guna meningkatkan pendapatan sembari mendorong lebih banyak produksi dalam negeri menjadi produk yang bernilai lebih tinggi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya