Demo buruh se-Jabodetabek dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) rencananya juga akan dilakukan di Kawasan Industri Cibitung, Bekasi. Namun aksi tersebut batal. Informasi yang beredar, massa yang berjumlah sekitar 5 ribu orang itu dihalang-halangi untuk melakukan aksinya.
"Diduga pengusaha enggak suka buruh berdemo, padahal demo buruh diatur oleh konstitusi," kata Presiden FSPMI Said Iqbal kepada Liputan6.com, Rabu (6/2/20130.
Advertisement
Said menuturkan, dalam pencegatan tersebut terjadi pula pelecehan terhadap buruh wanita. Saat akan bergerak menuju lokasi demo, para buruh wanita itu dipegang-pegang dan beberapa jaketnya diambil serta dibakar oleh pria bertubuh besar yang diduga preman bayaran. Sementara buruh prianya dipukuli.
Perihal tersebut, beberapa perwakilan buruh pun melaporkan aksi pelecehan dan kekerasan tersebut kepada Polres Bekasi dan Polsek Cibitung. Namun hingga siang ini belum ada respon dari pihak terkait.
Kendati demikian, aksi yang diketahui oleh Presiden FSPMI Said Iqbal itu ikut disuarakan saat berorasi di Bundaran Hotel Indonesia hingga menuju depan Gedung Istana Merdeka. Selain berorasi, mereka juga membentangkan spanduk-spanduk. Berikut ini beberapa tulisan spanduk yang dibawa oleh para demonstran.
"Meminta kepada Bapak kapolri dan kapolda menindaklanjuti laporan itu, bahwa teman-teman kami mendapatkan pelecehan.
"Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda Metro Jaya Stop Union Busting. Tangkap preman berkedok LSM." (Tnt)