Harga Kripto Hari Ini 26 Agustus 2022: Bitcoin dkk Lanjutkan Penguatan

Pasar kripto lanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (26/8/2022).

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 26 Agustus 2022, 06:03 WIB
Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto, Bitcoin, Ethereum, Ripple. Kredit: WorldSpectrum via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada perdagangan Jumat, 26 Agustus 2022. Mayoritas kripto masih melanjutkan penguatan walaupun tidak terlalu signifikan.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat (26/8/2022) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat 0,23 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi masih melemah 7,69 persen sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 21.583 per koin atau setara Rp 318,8 juta juta (asumsi kurs Rp 14.774 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga masih menguat pagi ini. Selama 24 jam terakhir, ETH naik 1,97 persen, tetapi masih melemah 9,07 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.700 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) masih bertahan di zona hijau Dalam 24 jam terakhir BNB menguat tipis 1,61 persen. Namun masih melemah 0,43 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 302,36 per koin. 

Kemudian Cardano turut melanjutkan penguatan. Dalam satu hari terakhir ADA meroket tipis 1,22 persen, tetapi masih terkoreksi cukup dalam yaitu 11,56 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,4685 per koin.

Adapun Solana (SOL) harus kembali terpuruk ke zona merah. Sepanjang satu hari terakhir SOL ambles tipis 0,11 persen dan 13,14 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 35,57 per koin.

Sedangkan XRP pada pagi ini masih menguat. XRP naik 0,47 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi masih melemah 7,62 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3495 per koin. 

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat 0,01 persen. Hal tersebut membuat harga keduanya masih bertahan di level USD 1,00

Sedangkan Binance USD (BUSD) menguat 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya kembali ke level USD1,00.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam masih bertengger di kisaran USD 1 triliun. 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Pasar Kripto Menguat Tipis, Investor Masih Menanti Sinyal The Fed

Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)

Sebelumnya, pergerakan aset kripto pada Kamis pagi, 25 Agustus 2022 tampak naik tipis di zona hijau. Sejak awal pekan ini, gerak kripto tergolong sideways dengan rentang naik-turun yang tipis. Hal ini seakan membuktikan market belum menarik bagi investor.

Melansir situs Coinmarketcap, Kamis, 25 Agustus 2022, dari 7 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak kumpul ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), misalnya naik tipis 0,29 persen ke USD 21.682 atau sekitar Rp 321,6 juta per keping dan turun 11,35 persen selama seminggu terakhir.

Sementara, ethereum (ETH) juga mulus naik 0,66 persen ke USD 1.622 di waktu yang sama dan anjlok 14,60 persen sepekan terakhir. Solana (SOL), Cardano (ADA) dan Dogecoin (DOGE) juga alami kenaikan harga masing-masing 1,44 persen , 0,12 persen dan 1,25 persen. Sejatinya, kenaikan tipis ini kemungkinan besar akan berlangsung semu.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pola pergerakan kripto yang sempat naik dan turun dengan cepat membuktikan market belum stabil. Investor tampak tidak percaya diri melakukan akumulasi di tengah sentimen ekonomi yang masih negatif.

"Market aset kripto ternyata tak mampu mempertahankan posisinya di zona hijau lebih lama. Pergerakan market yang cenderung membosankan ini sebenarnya sudah diprediksi. Hal ini karena penguatan harga aset-aset kripto hanyalah technical rebound,” kata Afid dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (25/8/2022).

Menurut Afid, situasi makroekonomi masih kurang kondusif. Terlebih, data-data ekonomi AS yang baru dirilis kemarin tidak satu pun menunjukkan sinyal-sinyal pemulihan.

Menanti Sinyal Kebijakan The Fed

Perkembangan pasar aset kripto di Indonesia. foto: istimewa

Pada Selasa, 23 Agustus 2022, sajian data aktivitas manufaktur AS mencetak pelemahan pada Agustus. Selain itu, data penjualan rumah di AS mengalami penurunan signifikan 12,6 persen secara bulanan pada Juli lalu. 

Aktivitas bisnis di sektor swasta AS turun pada Agustus 2022. Bahkan, penurunan bisnis ini tercepat sejak 15 bulan terakhir atau Mei 2020 lalu.

"Data-data tersebut semakin mempertebal ketakutan investor akan perlambatan ekonomi AS. Investor tentu akan menjauhi pasar aset berisiko, termasuk saham dan kripto ketika prospek ekonomi diramal mendung," ujar Afid.

Menanti Sinyal Kebijakan The Fed

Investor kripto menanti data ekonomi baru tersebut, bisa saja menuntun bank sentral AS, The Fed untuk berpikir ulang mengerek suku bunga acuannya dengan agresif. Oleh karenanya, mereka wait and see tidak melakukan aksi akumulasi.

Investor juga mengantisipasi pertemuan akbar The Fed di Jackson Hole pada akhir pekan ini. Mereka mempertahankan kewaspadaan menjelang pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, yang dijadwalkan pada Jumat, 26 Agustus 2022 waktu setempat tentang arah bank sentral pada kebijakan moneter pada September mendatang.

Ada Harapan Bitcoin Menguat

Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

"Mengingat hal tersebut, pekan ini akan menyulitkan gerak kripto untuk reli. Volatilitas dapat dengan mudah naik, baik sebelum, selama atau setelah simposium selesai. Maka, simposium Jackson Hole adalah kunci utama yang harus diperhatikan dalam beberapa hari mendatang," tutur Afid.

Sementara itu, perdebatan berlanjut tentang The Merge Ethereum yang akan mengubah protokol platform blockchain dari proof-of-work menjadi proof-of-stake yang lebih cepat dan lebih ramah lingkungan. 

Beberapa pengamat percaya perubahan itu akan berdampak kecil pada harga kripto, meskipun Ethereum mengalami kenaikan dramatis awal bulan ini.

“Level support Bitcoin kini pada level USD 20.701 masih menjadi tahanan terdekat dan penting apabila kembali koreksi, kemungkinan penurunan harga Bitcoin akan berlanjut dan kembali bergerak dibawah USD 20.000,” tutur Afid.

Namun, masih ada harapan untuk harga Bitcoin kembali naik, level resistance-nya pada level USD 22.370 menjadi target utama.

“Sementara, penurunan harga Ethereum (ETH) tertahan support pada level USD 1.607. Jika support pada level tersebut tertembus, kemungkinan harga ETH akan kembali turun hingga menuju level USD 1.489,” pungkas Afid.

 

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya