Skandal Abnormal Piala Dunia: Pipis di Gawang Sampai Pingsan di Atas Lapangan

Banyak kejadian tidak masuk akan terjadi selama 88 tahun Piala Dunia berlangsung.

oleh Anry DhanniaryDiterbitkan 20 Agustus 2022, 10:00 WIB
Gelandang Jerman Barat, Lothar Matthaeus (kiri) dan Pierre Littbarski merayakan kemenangan atas Argentina 1-0 di Final Piala Dunia Roma 1990, (8/7/1990). (AFP PHOTO)

Liputan6.com, Jakarta - Jelang bergulirnya Piala Dunia Qatar akhir tahun nanti, ada baiknya kita mengingat kembali momen-momen yang tercipta dalam turnamen sepak bola akbar empat tahunan selama ini.

Piala Dunia 2022 nanti diharapkan menghadirkan drama dan juga cerita yang bakal dikenang sepanjang masa. Tidak hanya soal prestasi, tetapi juga skandal atau insiden di luar lapangan.

Selama 88 tahun digelarnya Piala Dunia memang sarat dengan cerita yang bisa mengernyitkan dahi. Mulai dari kiper yang buang air di gawang sampai pingsannya fisioterapis tim di atas lapangan.

Liputan6.com pun sudah merangkum sejumlah insiden abnormal yang terjadi di Piala Dunia:

Fisio Pingsan

Pada Piala Dunia pertama tahun 1930, seorang pemain Amerika Serikat mengalami cedera di atas lapangan setelah mendapat tekel keras. Tim dokter dan fisioterapis langsung dipanggil untuk memberi pertolongan pertama.

Sang fisio sempat baik-baik saja, tetapi mendadak pingsan saat ingin kembali ke pinggir lapangan. Usut punya usut, botol chloroform yang ada di dalam tasnya ternyata pecah.

Fisio itu pun tanpa sengaja menghirup uap chloroform tersebut dan langsung jatuh pingsan.

Ribuan Pistol Disita Polisi

Laga final Piala Dunia 1930 mempertemukan tuan rumah Uruguay dan musuh bebuyutan mereka di Amerika Selatan, Argentina. Pendukung lokal berduyun-duyun datang ke Montevideo untuk laga final dengan kereta dan pesawat.

Kehadiran mereka diadang  puluhan ribu polisi yang telah berjaga. Menurut laporan media setempat, sekitar 1.500 hingga 5.000 pistol revolver disita petugas saat memeriksa para suporter. Ngeri!

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Minta Tolong Atlet E-Sport

Korea Selatan. Termasuk Piala Dunia 2022, Korea Selatan telah lolos sebanyak 11 kali ke putaran final Piala Dunia dan menjadi negara Asia yang paling sering tampil. Dalam 10 edisi sebelumnya, 1954 dan 1986 hingga 2018, mereka mampu 2 kali lolos dari fase grup, yaitu di Piala Dunia 2002 dan 2010. Pada Edisi 2002 saat menjadi tuan rumah bersama Jepang, Korea Selatan melaju hingga semifinal dan harus tersingkir di tangan Jerman usai kalah 0-1. Di perebutan tempat ke-3 Korea Selatan kalah 2-3 dari Turki. Pada edisi 2010 Korea Selatan kandas di babak kedua (16 besar) usai kalah 1-2 dari Uruguay. (AFP/Greg Wood)

Minta Tolong Atlet E-Sport

Saat tuan rumah Korea Selatan berhasil tampil mengejutkan usai lolos ke semifinal Piala Dunia 2002, pelatih Guus Hiddink membuat sebuah keputusan tidak biasa jelang pertemuan melawan Jerman.

Hiddink mendatangkan atlet-atlet top E-Sport asal Korea Selatan yang sangat mahir bermain "Starcraft". Mereka didatangkan ke ruang ganti untuk memberi motivasi para pemain Korsel.

Lanjut Baca:

Tapi, sepertinya upaya itu gagal. Karena, Korea Selatan kalah 0-1 dari Jerman. Diancam Diktator dan Curi Bus Pada Piala Dunia 1974, Zaire atau yang sekarang dikenal Republik Demokratik Kongo membuat sebuah insiden yang membingungkan. Saat tertinggal 0-3 dari Brasil, Rivelino sedang siap-siap mengeksekusi tendangan bebas untuk menambah gol. Tiba-tiba bek Zaire, Joseph Mwepu Ilunga, maju dari pagar betis dan menendang bola dengan keras dan jauh! Hal ini disebut karena ancaman dari presiden dan diktator Zaire ketika itu, Mobutu Sese Seko. Setelah kalah 0-9 lawan Yugoslavia, para pemain diancam tidak boleh kembali ke Zaire sampai kalah 0-4 dari Brasil. "Saya panik dan menendang bola sebelum Rivelino menendangnya," ujar Mwepu soal insiden itu. Zaire pun akhirnya hanya kalah 0-3 tapi cerita aneh tak berhenti sampai di situ. Saat ingin pulang ke negaranya, Timnas Zaire ingin naik bus BMW yang digunakan selama Piala Dunia. Aksi mereka langsung dihentikan oleh pihak berwajib, dan bus akhirnya disita sebelum bus curian itu keluar dari teritori Jerman Barat. * BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya