Target Pemerintah 2023: Ekonomi Tumbuh 5,9 Persen, Kemiskinan Turun Jadi 7,5 Persen

Tak hanya ekonomi yang tumbuh, pemerintah juga target penurunan tingkat kemiskinan di Indonesia menjadi 7,5 persen.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 28 April 2022, 15:00 WIB
Warga melakukan aktivitas di daerah kumuh kawasan Jakarta, Kamis (13/1/2022). Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, dari 147 kabupaten/kota wilayah pesisir ada 1,3 juta masyarakat miskin ekstrem yang jadi target pengentasan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada sidang kabinet paripurna lalu telah menyusun rencana kerja pemerintah (RKP) 2023 untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional. RKP tersebut mengambil tema, peningkatan produktivitas untuk transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Mengacu pada rencana kerja itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, pemerintah target mencapai pertumbuhan ekonomi 2023 hingga 5,9 persen.

"Target sasaran pembangunan dalam RKP tahun 2023 adalah pertumbuhan ekonomi 5,3-5,9 persen," ujar Suharso dalam Musrenbangnas 2022, Kamis (28/4/2022).

Tak hanya ekonomi yang tumbuh, pemerintah juga target penurunan tingkat kemiskinan di Indonesia menjadi 7,5 persen. Menurut catatan terakhir Badan Pusat Statistik (BPS), rasio penduduk miskin pada September 2021 sebesar 9,71 persen.

Proyeksi lainnya, pemerintah pun memproyeksikan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 5,3-5,6 persen, rasio gini ke level 0,375, penurunan emisi gas rumah kaca 27,02 persen.

Kemudian, indeks pembangunan manusia 73,71, nilai tukar petani 103-105, dan nilai tukar nelayan 106-107.

Suharso melanjutkan, pemerintah dalam rencana kerjanya juga telah menetapkan beberapa major project yang memiliki peran signifikan dalam mendukung capaian prioritas nasional.

"Dalam menyusun major project ini diperkuat dengan penerapan mekanisme clearing house perencanaan untuk menjamin kemanfaatan output pembangunan bagi masyarakat. Sehingga bukan hanya sent, tapi delivered," tuturnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Warga Miskin Indonesia Capai 26,50 Juta hingga September 2021

Badan Pusat Statistik (BPS) menjabarkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2021 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, Jumlah penduduk miskin Indonesia di angka 26,50 juta pada September 2021. "Jumlah penduduk miskin di September 2021 mencapai 26,50 juta orang atau 9,71 persen (dari total penduduk)," kata Kepala BPS Margo Yuwono, di Jakarta, Senin (17/1/2022). Jumlah penduduk miskin pada September 2021 tersebut di bawah Maret 2021. Tercatat, penurunannya mencapai 1,04 juta orang. Sedangkan bila dibandingkan dengan kondisi September 2020 turunnya 1,05 juta orang. "Secara persentase penduduk miskin pada September 2021 mengalami penurunan 0,43 persen poin terhadap maret 2021 dan turun 0,48 persen dari September 2020," tutur Margo. Dia melanjutkan sepanjang tahun 2021, tren jumlah penduduk miskin mengalami penurunan. Ini merupakan buah dari upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan. "Upaya perbaikan ini sudah mulai terasa, ini kinerjanya (pemerintah yang) bagus," kata dia.

Di atas 2019

Jumlah penduduk miskin di tahun 2021 masih lebih tinggi dibandingkan kondisi pada tahun 2019.

Hanya saja, kata Margo, jumlah penduduk miskin di tahun 2021 masih lebih tinggi dibandingkan kondisi pada tahun 2019, sebelum adanya pandemi Covid-19. Tercermin dari jumlah penduduk miskin pada September 2019 sebanyak 24,78 juta orang, atau 9,22 persen dari jumlah penduduk Indonesia saat itu.

"Kesimpulannya, selama setahun ini penggunaannya cukup baik tapi (angka kemiskinan) lebih tinggi dari kondisi sebelum pandemi," kata dia mengakhiri.

 

infografis tingkat kemiskinan indonesia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya