Harga Minyak Goreng Masih Selangit di Awal Ramadhan

Pada masa Ramadhan ini, masyarakat tetap dihadapkan harga minyak goreng yang masih selangit.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 02 April 2022, 16:30 WIB
Petugas melayani warga yang membeli minyak goreng di Polsek Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (4/3/2022). Polres Metro Jakarta Selatan akan menggelar operasi pasar minyak goreng selama enam hari, terhitung mulai hari in, 4 hingga 9 Februari mendatang. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Sebagian umat muslim di Indonesia sudah mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan hari ini. Sementara sebagian lagi baru akan menjalani puasa besok (3/4).

Saat konsumsi meningkat di awal Ramadhan ini, masyarakat tetap dihadapkan harga minyak goreng yang masih selangit. Setelah harga minyak goreng kemasan dilepas dari Harga Eceran Tertinggi (HET), kini harganya terus meroket.

Di Pasar Musi, Depok Jawa Barat, per liter minyak goreng kemasan sederhana hingga premium di banderol Rp 24.000 - Rp 26.000. Sedangkan untuk minyak goreng kemasan ukuran 2 liter dijual Rp 46.000 - Rp 52.000. Ada juga minyak goreng kemasan isi 1,8 liter dijual Rp 45.000.

Sementara itu, di pasar yang sama, harga minyak goreng curah per kilo dibanderol Rp 20.000. Namun keberadaanya pun terbatas, sehingga para agen sembako memberikan batasan kepada pelanggannya.

"Memang stoknya berkurang, jadi si penjual agen ini pinter-pinter bagi rata ke pelanggan biar kebagian," kata Toip, salah satu pemilik warung kelontong di Depok saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Sabtu (2/4/2022).

Setiap harinya, Toip mengaku hanya mendapatkan jatah dari agen sekitar 3-5 kilogram per hari. Sementara untuk pelanggan lainnya dibatasi dalam jumlah tertentu. Sebab pemilik agen mengutamakan langganannya yang juga digunakan untuk dijual kembali.

Hanya saja harga jual minyak goreng curah masih tinggi. Untuk keperluan dijual kembali, agen menjualnya Rp 19.000 per kilogram. Kemudian dijual kembali di warung Rp 22 ribu per liter. Hanya saja, jarang ada pelanggan yang membeli dalam jumlah besar.

"Kalau kalangan kecil masih ada yang suka cari tapi yang timbangan seperempat jadi Rp 6.000 atau yang setengah jadi Rp 11.500," kata dia.

 

Tak Habis Fikir

Pedagang menunjukkan minyak goreng di sebuah pasar di Kota Tangerang, Banten, Selasa (9/11/2011). Bank Indonesia mengatakan penyumbang utama inflasi November 2021 sampai minggu pertama bulan ini yaitu komoditas minyak goreng yang naik 0,04 persen mom. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain Toip, seorang ibu rumah tangga juga mengeluhkan harga minyak goreng yang semakin mahal. Warga DKI Jakarta ini tak habis pikir harga minyak goreng kemasan di pasar sudah tembus Rp 50.000 per 2 liter.

"Kalau yang kemasan 2 liter sudah Rp 50.000, mahal banget," ungkapnya saat berbincang dengan merdeka.com.

Evi yang berencana menjual takjil gorengan di depan rumahnya ini harus memutar otak agar modal yang disiapkan cukup. Dia mengaku kemungkinan besar akan menggunakan minyak goreng curah yang harganya lebih murah.

"Paling pakai minyak goreng curah, lebih murah Rp 19.000 per kilo di warung," katanya.

Sebab, lanjut Evi, minyak goreng curah di pasar tradisional masih sulit ditemukan. Sehingga dia memilik membeli di warung kelontong dekat rumah yang sudah pasti stoknya ada.

Harga-harga minyak goreng curah tersebut masih jauh dari HET yang ditetapkan pemerintah. Bulan lalu, pemerintah memutuskan melepas minyak goreng kemasan mengikuti harga keekonomiannya. Namun tetap beberikan subsidi untuk minyak goreng curah agar dijual ke tingkat konsumen Rp 14.000 per kilogram.

Hanya saja, hingga saat ini keberadaan minyak goreng curah masih sulit ditemukan. Sehingga mau tak mau, masyarakat membeli minyak goreng kemasan.

 

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya