Bangun Jalur Kereta Api, China Butuh Duit US$ 103,56 Miliar

Pemerintah China mengalokasikan dana sekitar 650 miliar yuan atau setara dengan US$ 103,56 miliar untuk membangun lintasan kereta api sepanjang 5.200 kilometer.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 Januari 2013, 07:58 WIB
Pemerintah China berencana menggarap proyek-proyek infrastruktur, khususnya pembangunan lintasan kereta api. Untuk merealisasikannya, pihaknya menganggarkan investasi sekitar 650 miliar yuan atau setara dengan US$ 103,56 miliar.

Menurut Menteri Perkeretaapian, Sheng Guangzu, estimasi anggaran itu naik tipis dari realisasi investasi tahun lalu sebesar 630,98 miliar yuan.

"Perlintasan kereta api tersebut akan dibangun sepanjang 5.200 kilometer (km) dan direncanakan beroperasi pada tahun ini pula," ungkapnya yang dilansir dalam situs China Daily, Beijing, Jumat (18/1/2013).

Lanjut dia, komposisi pendanaan akan berbeda dengan 2012. Di mana sumber biaya berasal dari pemerintah daerah, perusahaan maupun investor swasta. Seluruhnya bakal berperan serta dalam proyek pembangunan rel kereta api.

"Dana pembangunan rel kereta api di China mampu menjadi sebuah platform investasi bagi para investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya," kata dia.

Bahkan saking agresifnya, Kementerian Perkeretaapian berjanji untuk memberikan pembagian porsi keuntungan yang adil dan menarik bagi investor swasta. Kebijakan ini telah dirilis pada bulan Mei lalu.

Sehingga pada tahun 2015 mendatang, China akan memiliki jalur lintasan kereta api nasional yang terbentang sepanjang 120 ribu km.

Dari jumlah itu, 18 ribu km merupakan jalur kereta api berkecepatan tinggi, serta 40 ribu km masuk dalam jaringan kereta api ekspres. (Fik/Ndw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya