Kepingan Penyekat Roket Diharap Menguak Musibah Columbia

Ucapan belasungkawa terus mengalir ke Amerika Serikat, India, dan Israel yang kehilangan astronot mereka. Kepingan penyekat yang menghantam sayap kiri Columbia diharapkan menguak kecelakaan itu.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Februari 2003, 19:48 WIB
Liputan6.com, Texas: Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) akan menggelar penyelidikan internal dan independen untuk mengetahui penyebab insiden yang menimpa Pesawat Ulang-Alik Columbia. NASA juga menyatakan akan mencermati dampak hantaman kepingan penyekat atau isolasi dari roket pendorong--yang terlepas saat pesawat lepas landas--terhadap sayap kiri Columbia. Puing yang mengenai sayap kiri Columbia itu diduga berperan penting dalam kecelakaan tersebut. Sementara sejumlah pejabat instansi terkait di AS menepis kemungkinan musibah terjadi karena usia pesawat yang cukup tua.

Hingga Ahad (2/2), belum ada keterangan resmi tambahan mengenai perkembangan penyelidikan. NASA baru menyatakan bahwa sejumlah transmisi data kunci di bagian kiri orbiter hilang beberapa saat sebelum kecelakaan. Ini diperkuat dengan hilangnya beberapa sensor, seperti sensor suhu pada sistem hidrolik sebelah kiri. Problem ini kemudian diikuti hilangnya tekanan pada ban pesawat dan indikasi pemanasan struktural yang berlebihan [baca: NASA Menyelidiki Reruntuhan Columbia].

Musibah yang menimpa Columbia tak pelak membawa duka bagi keluarga korban. Ungkapan belasungkawa pun terus mengalir kepada pemerintah Amerika Serikat, India, dan Israel yang kehilangan astronot terbaik mereka. Di antaranya dari Perdana Menteri Australia John Howard. Selain pernyataan turut berduka, Howard juga berharap peristiwa tersebut tak melemahkan semangat AS untuk mengeksplorasi angkasa luar. Di Israel, ungkapan duka cita terlihat dengan pemasangan bendera setengah tiang di halaman sejumlah gedung pemerintah. Suasana serupa juga tampak di Pusat Antariksa Lyndon B. Johnson di Houston, Texas, AS. Di tempat itu, sejumlah warga meletakkan karangan bunga dan kartu ungkapan belasungkawa di luar gedung.(SID/Uri)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya