Hindari Cedera, Ini 6 Pemanasan yang Perlu Dilakukan sebelum Bersepeda!

Simak macam-macam pemanasan yang perlu dilakukan sebelum bersepeda demi menghindari potensi cedera.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 20 Februari 2022, 08:00 WIB
Warga bersepeda saat hujan turun di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/1/2021). Kepala BMKG Dwikorita mengatakan, puncak musim hujan akan terjadi pada Januari dan Februari 2021, sehingga perlu diwaspadai terjadinya cuaca ekstrem. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Bersepeda merupakan olahraga yang banyak diminati masyarakat sejak pandemi. Menjamurnya tren ini dapat dilihat dari munculnya berbagai komunitas, kampanye, serta kegiatan promosi yang melibatkan sepeda.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, olahraga bersepeda juga kerap dipraktikkan karena memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Bersepeda diklaim mampu memperkuat otot serta menjaga bobot tubuh ideal.

Dengan bersepeda secara rutin, seseorang dapat membakar hingga 300 kalori per jam serta meningkatkan laju metabolisme. Tak heran jika olahraga ini kerap dijadikan pilihan oleh sejumlah kalangan masyarakat.

Meski demikian, bersepeda tak dapat dilakukan begitu saja. Bersepeda harus diawali dengan pemanasan demi menghindari potensi cedera. Apalagi, olahraga ini melibatkan berbagai aktivitas kerja otot.

Simak macam-macam pemanasan sebelum olahraga bersepeda, yang bisa diterapkan untuk menghindari masalah otot, pada halaman selanjutnya!


1. Shoulder Reach

Anggota tim polo air putri Spanyol melakukan peregangan sebelum sesi latihan di Olimpiade Musim Panas 2020 di Tokyo, Jepang, Jumat (23/7/2021). Para atlet melakukan pelemasan otot sebelum berlaga agar dapat tampil maksimal saat bertanding. (AP Photo/Mark Humphrey)

Shoulder reach adalah bentuk peregangan yang amat dianjurkan sebelum bersepeda. Pasalnya, bahu memiliki tugas dan peranan penting bagi tubuh seseorang ketika melakukan olahraga bersepeda.

Untuk mempraktikkan pemanasan ini, tempatkan tubuh pada posisi tegak. Angkat lurus kedua tangan di atas kepala, lalu gerakkan bahu naik turun. Pastikan otot bisep sejajar dengan telinga dan jari mengarah ke atas. Lakukan gerakan selama 30–60 detik.


2. Chest Stretch

Anggota tim polo air putri Tiongkok melakukan peregangan selama Olimpiade Musim Panas 2020 di Tokyo, Jepang, Jumat (23/7/2021). Para atlet melakukan pelemasan otot sebelum berlaga agar dapat tampil maksimal saat bertanding. (AP Photo/Mark Humphrey)

Seperti namanya, chest stretch merupakan peregangan yang dilakukan pada dada. Gerakan ini dibutuhkan untuk mengatasi otot dada yang berpotensi kaku akibat terlalu lama membungkuk saat bersepeda.

Chest stretchdiawali dengan posisi berdiri menghadap sepeda dan kaki yang diregangkan. Pegang bagian top tube frame atau handle bar pada sepeda, lalu membungkuklah ke depan sampai pinggang dan punggung sejajar.

Tahan tubuh dengan menekuk siku dan menekan dada ke bawah. Lakukan gerakan ini sebanyak lima sampai sepuluh kali, dengan durasi menahan masing-masing tiga detik.


3. Leg Swing

Pemain Portugal, Cristiano Ronaldo melakukan peregangan otot kaki saat sesi latihan perdana jelang Piala Dunia 2018 di base camp mereka di Kratovo, pinggiran Moskow, Rusia, Minggu (10/6). (Francisco LEONG/AFP)

Leg swing bermanfaat untuk mengatasi ketegangan pada otot flexor pinggul akibat gerakan mengayuh pedal yang dilakukan secara berulang saat bersepeda. Peregangan ini cocok dipraktikkan sebagai pemanasan bagi pinggang dan otot di semua sendi gerak.

Untuk melakukan leg swing, posisikan tubuh di samping sepeda. Pegang sadel agar tidak jatuh selama melakukan peregangan. Ayunkan kaki ke depan dan ke belakangan sebanyak 15 kali untuk tiap-tiap kaki.

Lanjut Baca:

Selanjutnya, posisikan badan menghadap ke sepeda. Lakukan kembali gerakan mengayun kaki, kali ini ke arah kiri dan kanan. Praktikkan 15 kali untuk tiap kaki dan ulangi gerakan di atas hingga tiga set.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya