Kemenkes Ikut Dorong Literasi Digital untuk Optimalkan Layanan Kesehatan

Kemenkes sendiri telah memegang peta jalan (roadmap) kegiatan prioritas transformasi teknologi kesehatan hingga tahun 2024.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 07 Februari 2022, 17:30 WIB
Aplikasi kesehatan. (Foto: Unsplash/National Cancer Institute)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia telah memasuki masa digitalisasi hampir di semua bidang, termasuk pada layanan kesehatan. Chief Operating Officer (COO) Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Daniel Oscar Baskoro menyampaikan, transformasi digital layanan kesehatan mengalami beberapa tantangan.

"Di antaranya adalah dari sisi teknologi dan human resources (sumber daya manusia). Transformasi ini tidak hanya berfokus pada digitalisasinya saja, tapi juga pendekatan di sisi platform dan penyamaan standardisasinya, serta tata kelola teknologinya bisa lebih terintegrasi agar bisa melayani lebih baik," ungkap Daniel pada acara Digital Transformation Virtual Expo Wantiknas, Kamis (3/2).

Daniel menyebut, literasi digital Indonesia perlu didorong agar teknologi dan layanan yang tersedia bisa lebih optimal, mengingat literasi akan teknologi tiap daerah berbeda-beda.

Kemenkes sendiri telah memegang peta jalan (roadmap) kegiatan prioritas transformasi teknologi kesehatan hingga tahun 2024. Pada prioritas pertama integrasi dan pengembangan sistem data kesehatan, diminta agar dapat meningkatkan mutu kebijakan kesehatan berbasis data yang akurat juga lengkap dengan pelayanan yang efisien pada tingkat puskesmas, klinik, rumah sakit, laboratorium, dan apotek.

Prioritas berikutnya, pengembangan ekosistem teknologi kesehatan, dengan terwujudnya kolaborasi dan ekosistem inovasi digital kesehatan antara pemerintah, industri dan masyarakat.

Pada pengembangan ekosistem teknologi kesehatan, Kemenkes juga memperluas telemedisin dan implementasi regulatory sanbox berkhusus inovasi biotech dan pengembangan dari desain arsitektur yang sudah dibuat tahun 2021.

Selanjutnya, Kemenkes mengembangkan platform ekosistem digital kesehatan bertajuk Indonesia Health Services (IHS) yang menyediakan konektivitas data, analisis, dan layanan untuk mendukung dan mengintegrasikan berbagai aplikasi kesehatan Indonesia.

"Selain itu, ekosistem teknologi digital dalam penanganan pandemi sendiri sekarang sudah digitalisasi semua aspek tanggap COVID-19 berbasis strategi 3T (testing, tracing, treatment) dan vaksinasi," ujar Daniel.

Efani Angreini/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Sumber :https://m.antaranews.com/berita/2682029/kemenkes-ungkap-tantangan-digitalisasi-layanan-kesehatan-di-indonesia

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya