Jumlah Anak yang Dirawat Akibat COVID-19 di New York Alami Peningkatan

Departemen Kesehatan Negara Bagian New York memperingatkan bahwa jumlah anak-anak yang menjalani rawat inap akibat terinfeksi COVDI-19 semakin bertambah.

oleh Liputan6.com diperbarui 28 Des 2021, 09:02 WIB
Seorang anak yang mengenakan masker bermain di Times Square di New York, Amerika Serikat (AS), pada 31 Agustus 2020. Jumlah kasus COVID-19 di AS melampaui angka 6 juta pada Senin (31/8), menurut Center for Systems Science and Engineering (CSSE) di Universitas Johns Hopkins. (Xinhua/Wang Ying)

Liputan6.com, New York - Seiring merebaknya varian Omicron, para pejabat kesehatan New York melaporkan jumlah anak-anak yang dirawat di rumah sakit semakin bertambah akibat terinfeksi COVID-19, sementara Gedung Putih pada Minggu (26/12) berjanji akan mengatasi kelangkaan tes COVID-19 yang terjadi di seantero Amerika Serikat (AS).

Pada Jumat (24/12), Departemen Kesehatan Negara Bagian New York memperingatkan bahwa "jumlah anak-anak yang menjalani rawat inap akibat terinfeksi COVDI-19" semakin bertambah, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Selasa (28/12/2021).

Di New York City, departemen itu "mendapati jumlah pasien anak-anak usia 18 tahun ke bawah yang masuk ke rumah sakit karena COVID-19 naik empat kali lipat mulai pekan 5 Desember hingga pekan ini," katanya.

Sekitar separuh diantara para pasien itu berusia di bawah lima tahun, yang merupakan kelompok usia yang belum bisa divaksin, tambah departemen itu.

Angka kasus-kasus COVID-19 di AS terus bertambah. Menurut data Universitas Johns Hopkins, terdapat hampir 190.000 infeksi baru setiap hari dalam tujuh hari belakangan.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Varian Omicron di AS

Petugas kesehatan mempersiapkan pemberian vaksin COVID-19 di Long Island Jewish Medical Center, New York, AS, 14 Desember 2020. AS mulai memberikan vaksin COVID-19 pertamanya pada Senin (14/12), dengan dosis pertama disuntikkan kepada para petugas kesehatan dan staf panti wreda. (Xinhua/Wang Ying)

Kemunculan varian Omicron, ditambah perayaan liburan yang biasanya ditandai dengan perjalanan dan kumpul-kumpul keluarga, telah menyebabkan lonjakan permintaan tes di AS. Tes COVID-19 hingga kini masih sulit didapatkan di banyak lokasi.

Penasihat pandemi AS Anthony Fauci pada Minggu (26/12) mengakui adanya "masalah tes" COVID dan berjanji akan menyediakan lebih banyak alat tes kepada rakyat AS pada bulan depan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya