Atjeh FC berhasil menjuarai turnamen internasional Piala Gubernur 2012 setelah mengalahkan Semen Padang dengan skor 2-0. Dua gol kemenangan Atjeh FC diciptakan Rizal Pandi dan Defri Rizki. Dengan kemenangan tersebut, Atjeh FC mendapat hadiah piala dan uang tunai Rp 100 juta.
Bertanding di Stadion Harapan Banda Aceh, Atjeh dan Semen Padang bermain dalam tempo sedang. Selain itu, kedua tim sering melakukan kesalahan dalam memberi umpan. Kendati begitu, Atjeh FC yang diperkuat Ismed Sofyan mampu mengurung pertahanan Semen Padang yang diperkuat pemain lapis keduanya.
Beberapa kali peluang Atjeh FC yang diperoleh Mahdi Senegal dan kawan-kawan gagal membuahkan hasil. Fahrurrazi, kiper Semen Padang, beberapa kali melakukan penyelamatan. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Atjeh FC meningkatkan tempo permainan. Serangan demi serangan dilancarkan ke jantung pertahanan Semen Padang yang dikoordinir Aris Juwansyah. Kendati terus diserang, Semen Padang beberapa kali melancarkan serangan balik. Namun, kokoh lini belakang Atjeh FC membuat serangan Semen Padang kerap kandas.
Rizal Pandi akhirnya menjawab kebuntuan permainan tim tuan rumah di menit ke-63. Gelandang serang Atjeh FC memaksa Fahrurrazi memungut si kulit bundar di jaringan gawangnya. Gol Rizal berawal dari umpan lambung dari sektor tengah lapangan. Pemain bertubuh sedang tersebut langsung menyambut umpan lambung dengan sundulan.
Unggul satu gol membuat motivasi pemain Atjeh FC meningkat. Andrea dan Ismed Sofyan di lini belakangan tim tuan rumah turut membantu penyerangan. Sejumlah peluang nyaris membuahkan gol. Atjeh FC memperbesar kemenangan melalui kaki Rizki di menit 89. Rizki mampu melewati beberapa pemain Semen Padang hingga akhirnya mengecoh Fakhrurrazi.
Dengan kemenangan tersebut, Atjeh FC keluar sebagai juara. Semen Padang yang menjadi juara kedua berhak memperoleh piala dan uang tunai Rp 75 juta. Di posisi ketiga direbut Selangor FC setelah mengalahkan DPMM Brunai Darussalam lewat drama adu penalti dengan skor 3-2. Selangor FC memdapat piala dan uang tunai Rp 50 juta.(ANT/JUM)
Bertanding di Stadion Harapan Banda Aceh, Atjeh dan Semen Padang bermain dalam tempo sedang. Selain itu, kedua tim sering melakukan kesalahan dalam memberi umpan. Kendati begitu, Atjeh FC yang diperkuat Ismed Sofyan mampu mengurung pertahanan Semen Padang yang diperkuat pemain lapis keduanya.
Beberapa kali peluang Atjeh FC yang diperoleh Mahdi Senegal dan kawan-kawan gagal membuahkan hasil. Fahrurrazi, kiper Semen Padang, beberapa kali melakukan penyelamatan. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Atjeh FC meningkatkan tempo permainan. Serangan demi serangan dilancarkan ke jantung pertahanan Semen Padang yang dikoordinir Aris Juwansyah. Kendati terus diserang, Semen Padang beberapa kali melancarkan serangan balik. Namun, kokoh lini belakang Atjeh FC membuat serangan Semen Padang kerap kandas.
Rizal Pandi akhirnya menjawab kebuntuan permainan tim tuan rumah di menit ke-63. Gelandang serang Atjeh FC memaksa Fahrurrazi memungut si kulit bundar di jaringan gawangnya. Gol Rizal berawal dari umpan lambung dari sektor tengah lapangan. Pemain bertubuh sedang tersebut langsung menyambut umpan lambung dengan sundulan.
Unggul satu gol membuat motivasi pemain Atjeh FC meningkat. Andrea dan Ismed Sofyan di lini belakangan tim tuan rumah turut membantu penyerangan. Sejumlah peluang nyaris membuahkan gol. Atjeh FC memperbesar kemenangan melalui kaki Rizki di menit 89. Rizki mampu melewati beberapa pemain Semen Padang hingga akhirnya mengecoh Fakhrurrazi.
Dengan kemenangan tersebut, Atjeh FC keluar sebagai juara. Semen Padang yang menjadi juara kedua berhak memperoleh piala dan uang tunai Rp 75 juta. Di posisi ketiga direbut Selangor FC setelah mengalahkan DPMM Brunai Darussalam lewat drama adu penalti dengan skor 3-2. Selangor FC memdapat piala dan uang tunai Rp 50 juta.(ANT/JUM)