Cetak SDM Pertanian Unggul, Mentan Semangati Widyaiswara, Dosen dan Penyuluh

Kementan siap ubah persepsi anak muda tentang pertanian, ubah mindset pertanian itu kotor

oleh stella maris diperbarui 20 Okt 2021, 19:55 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL)/Istimewa.

Liputan6.com, Jakarta Peran sumber daya manusia (SDM) professional dan adaptif harus unggul. Itu karena SDM menjadi kunci penting dalam pembangunan pertanian dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman. Demikian ditegaskan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL).

"Besok kami menjadi delegasi sektor pertanian. Kami ubah persepsi anak muda tentang pertanian, ubah mindset pertanian itu kotor. Pertanian itukan profesi. Bangsa bisa kuat kalau pertaniannya maju. Kalau begitu ini tugas yang berat yang perlu diselesaikan secara serius," ucap Mentan SYL dalam sambutannya pada acara Traning of Trainer (TOT) bagi widyaiswara, dosen, guru dan penyuluh pertanian di BBPP Batu, Jawa Timur, Selasa (19/10).

Ia menambahkan widyaiswara, dosen, guru dan penyuluh pertanian merupakan agen utama dalam transfer of knowledge, bahkan harus mampu dalam transfer of motivation bagi petani.

Mengingat peran penting ini, sangat perlu setiap widyaiswara untuk terus meng-upgrade wawasan, kapasitas dan kemampuan melalui berbagai pelatihan, seminar, magang dan lainnya sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan dunia pertanian.

"Itu karena kita di dunia praktisi langsung. Tidak hanya memotivasi tapi kita mampu tidak berbicara hingga pacsa panennya, bagaimana mengelola turunannya, kita berbicara bagaimana marketnya hingga mencapai pasar luar negeri," ucap Mentan.

Tidak hanya itu, Mentan juga mengatakan bahwa hasil dari berbagai kegiatan capacity building yang sudah diterima para widyaiswara diteruskan kepada para petani/pengusaha agribisnis supaya memberikan nilai tambah dalam peningkatan produksi dan pendapatan petani.

"SDM sangat menentukan berarti kalian juga sangat menentukan. Berapa yang mau kita latih karena kita akan kembangkan pertanian yang luas. Pelatihan juga sebaiknya harus diikuti dengan kemitraan jadi kita perkuat pengembangan potensi dalam negeri kita," katanya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menambahkan jika Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya untuk meningkatkan kapasitas SDM melalui melalui peningkatan kompetensi teknis, manajerial dan sosiokultural.

"Terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas perhatian dan dukungan yang luar biasa kepada peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia Pertanian yang saat ini sasarannya adalah widyaiswara, dosen, guru dan penyuluh pertanian sebagai ujung tombak dalam membentuk atau mewujudkan SDM Pertanian," jelas Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan pelaksanaan kegiatan Training of Trainer (TOT) bagi Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian, dimulai dari registrasi secara online (H-4 melalui aplikasi registrasi pelatihan online pada menu aparatur, TOT) dan offline.

"TOT menggunakan metode blended learning yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari. Setelah selesai mengikuti TOT peserta akan memperoleh e-sertifikat yang didownload melalui aplikasi registrasi pelatihan online,"

Kegiatan TOT Bagi Widyaiswara, Dosen dan Penyuluh Pertanian yang mendukung Prioritas Bidang K/L dan sasaran strategis dalam pencapaian sasaran program berupa peningkatan kompetensi dengan Target 60 orang offline, 1000 Online akan dilaksanakan tanggal 19-20 Oktober 2021 di PPMKP Ciawi.

"Kami akan lakukan berbagai pelatihan lain diseluruh pelosok tanah air. Kami bersama bangun dan tingkatkan daya saing produk pertanian kita melalui peningkatan kapsitas SDM kita," tutup Dedi.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya