Curhat Sri Mulyani: 2020 Bukan Tahun yang Mudah, Pendapatan Negara Turun Drastis

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut jika 2020 bukan tahun yang mudah.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 06 September 2021, 13:50 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Feb 2019 di Jakarta, Rabu (20/2). Realisasi defisit APBN pada Januari lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu mencapai Rp37,7 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut jika 2020 bukan tahun yang mudah. Hal tersebut dia ungkapkan saat menghadiri rapat kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait pembahasan RUU APBN 2020.

Dalam kesempatan tersebut, "Tahun 2020 bukan tahun yang mudah, APBN telah bekerja luar biasa keras ditemgah pandemi Covid," ujar Menkeu Sri Mulyani, Jakarta, Senin (6/9).

Menkeu Sri Mulyani mengatakan, awal pandemi tahun lalu membuat pendapatan negara terus turun. Hal ini juga diikuti oleh belanja yang naik drastis.

"Pendapatan negara mengalami penurunan drastis disisi lain belanja negara justru meningkat, memenuhi kewajiban melindungi seluruh rakyat Indonesia," jelasnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dampak Pandemi

Menteri Keuanga Sri Mulyani Indrawati (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Tidak hanya dari sisi kesehatan, tapi pemerintah juga menopang dampak perekonomian akibat dampak pandemi Covid-19. Beberapa langkah harus diambil secara cepat dan tepat agar memberikan hasil terbaik bagi masyarakat.

"Diantaranya langsung luar biasa yang harus ditempuh menerbitkan Perpu No 1 2020. Agar penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional dapat berjalan dengan cepat, efektif dan efisien," tandas Menkeu Sri Mulyani.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya