Wawancara Ippo Gala, Petinju Indonesia yang Pernah Melawan Manny Pacquiao

Ippo Gala menjadi satu-satunya petinju Indonesia yang pernah bertanding melawan Manny Pacquiao.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 28 Agustus 2021, 00:04 WIB
Manny Pacquiao dari Filipina saat memukul Yordenis Ugas dari Kuba dalam duel perebutan sabuk juara WBA super kelas welter di Las Vegas, Minggu (22/8/2021). Ugas masih dinyatakan sebagai pemilik sabuk juara WBA super kelas welter usai mengalahkan Pacquiao. (AP Photo/John Locher)

Liputan6.com, Jakarta Ippo Gala tidak pernah menyesali kekalahannya melawan Manny Pacquiao. Sebaliknya, mantan petinju kelahiran Cilacap, 11 Agustus 1969 itu bangga pernah baku pukul dengan sang senator.

Tidak banyak nama petinju-petinju Indonesia yang sempat mewarnai perjalanan karier Pacquiao. Ippo merupakan satu-satunya petinju Tanah Air yang beruntung pernah bertarung melawan Pacman. 

Keduanya sempat bertemu pada pertarungan 10 ronde yang berlangsung di Filipina, 25 tahun lalu. Saat itu, Pacquiao juga bukan siapa-siapa. Mantan juara dunia di delapan kelas berbeda itu baru menapaki kariernya dari kelas ringan dan baru menyandang gelar juara nasional Filipina. 

Bertanding di Mandaluyong City Sports Complex, Mandaluyong City, 27 Juli 1996, Ippo hanya mampu bertahan satu ronde. Pada ronde kedua, Ippo menyerah dan dinyatakan kalah TKO atas Pacman. 

Selain Ippo Gala, Pacquiao juga sempat dijadwalkan bertarung lagi melawan petinju Indonesia lainnya, Yani Malhendo. Namun pertarungan ini batal terlaksana meski kedua petinju sudah timbang badan. 

(Baca berita Sepenggal Kisah Yani Malhendo, pada tautan ini)

Ippo Gala telah lama pensiun dari tinju profesional. Sementara Pacquiao yang sudah berusia 43 tahun masih bertahan di atas ring. Petinju asal Filipina itu baru saja bertanding melawan Yordenis Ugas dari Kuba di T Moblie Arena, Las Vegas, Amerika Serikat. Dalam duel ini, Pacquiao kalah angka.

Ippo yang saat ini berkerja sebagai karyawan swasta di salah satu perusahaan di Jakarta mengaku masih terus mengikuti kiprah Pacquiao. Bahkan sejak dia merasakan kekalahan dari Pacman 25 tahun lalu. Ippo juga tidak pernah menyesal melihat kariernya tidak setinggi Pacquiao di arena tinju.

Palng tidak, sebagai orang tua, Ippo sudah senang bisa melihat anak tertuanya masuk polisi dan kini berpangkat Bripda sementara anak keduanya juga telah berkerja sebagai bidan di rumah sakit swasta.

 


Wawancara Ippo Gala

Ippo Gala, petinju Indonesia yang pernah bertanding melawan Manny Pacquiao (Istimewa)

Belum lama ini, Liputan6.com mewawancarai Ippo Gala lewat aplikasi Whatsapp. Ippo bercerita banyak mengenai pengalamannya bertarung melawan Pacquiao dan perjalanannya sebagai petinju.

Seperti apa kisahnya? Ikuti petikan wawancara Ippo Gala di bawah ini.

Lanjut Baca:

1. Apakah masih ingat momen pertemuan dengan Manny Pacman Pacquiao? Kapan dan di mana tepatnya? Bulan September tahun 1996, tanggalnya lupa lagi. (Di situs boxrec, dituliskan jadwal pertandingan Ippo Gala vs Manny Pacquiao berlangsung 27 Juli 1996. Lokasi pertarungan di Mandaluyong City Sports Complex, Mandaluyong City, Filipina) 2. Bagaimana bisa sampai bertarung melawan Pacqiuao? Saat itu, dapat tawaran dari bapak Torino Tidar (promotir tinju), tanding melawan Pacquiao dengan bayaran 1500 USD. Lanjut berangkat ke Manila bersama ibu Torino,didampingi Dace Maigoda (pelatih) dan petinju Doni Dongot. Kami main di kota Makati City, Manila, Filipina. 3. Bagaimana Anda memandang Pacquiao saat itu. Apakah ada beban tampil melawan dia? Saat itu, Pacquiao belum tenar. Dia masih peringkat OPBF dan masih juara nasional Filipina. Sementara saya juga juara nasional. (Ippo Gala merupakan mantan juara nasional kelas terbang). Jadi tidak ada beban sama sekali saat bertemu Pacquiao. 4. Saat akhirnya bertemu langsung dengan Pacquiao, masih ingat kesan yang pertama Anda tangkap? Masih. Pertemuan waktu timbang badan, Manny Pacquiao masih lugu. 5. Lalu saat di atas ring, apa yang terjadi? Saya sepelekan saja, karena dia masih anak kecil. Baru berusia 18 tahun dan saya 28 tahun. Tapi begitu main di atas ring, dia terlalu agresif dan cepat. Saya baru pukul satu kali, dia pukul tiga kali. Ya pak. Engga menyangka waktu di bawah biasa saja. Tapi setelah di atas ring, buat bertahan saja dia menyerang sambil memukul. (Ippo Gala akhirnya kalah TKO pada ronde kedua).

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya