Kota Bogor PPKM Level 3, Bima Arya Siapkan Penerapan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Bima menjelaskan bahwa di wilayah PPKM Level 3 seperti Kota Bogor diizinkan pembelajaran tatap muka terbatas dengan kapasitas 50 persen.

oleh Achmad SudarnoDiterbitkan 24 Agustus 2021, 20:57 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meninjau pelaksanaan uji coba pendidikan tatap muka (PTM) di SMPN 15, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (31/5/2021). Pemerintah Kota Bogor menggelar uji coba PTM di 37 sekolah hari ini dengan protokol kesehatan yang ketat. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan akan membuka pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah. Kebijakan ini menyusul status PPKM di Kota Bogor yang sudah turun menjadi level 3.

Bima Arya mengaku sudah memerintahkan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menyiapkan mekanisme pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Opsi pertama, apakah kita menunggu 100 persen guru/pelajar sudah divaksin atau kedua, sekolah-sekolah yang sudah divaksin saja yang bisa menjalankan tatap muka," kata Bima Arya, Selasa (24/8/2021).

Bima menjelaskan, di wilayah PPKM Level 3 ini, pembelajaran tatap muka diperbolehkan dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Hal ini diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2 Corona Virus Disease 2019 di wilayah Jawa dan Bali.

"Penurunan status memungkinkan menjalankan tatap muka secara terbatas. Makanya mulai kami siapkan dari sekarang. Skemanya bagaimana, satu dua hari ke depan kita kaji format mana yang lebih baik," terangnya.

 

16 Ribu Pelajar di Kota Bogor Sudah Divaksinasi Covid-19

Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Bogor. (Liputan6.com/ Achmad Sudarno)

Diketahui, Pemkot Bogor tengah gencar melakukan vaksinasi Covid-19 massal dengan sasaran masyarakat umum dan pelajar.

Data per 21 Agustus 2021, dari 104.417 sasaran pelajar yang sudah divaksin dosis pertama sebanyak 16.039 orang atau 15,36 persen. Kemudian sebanyak 6.648 sasaran atau 6,37 persen sudah menjalani vaksinasi dosis kedua.

"Melihat progresnya kita optimis bisa diakselerasi sehingga tatap muka sangat memungkinkan untuk dilakukan," kata dia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya