Manny Pacquiao di Ambang Pensiun : Pernah Menghindari Petinju Indonesia Sebelum Jadi Juara Dunia di 8 Kelas Berbeda

Perjalanan karier Manny Pacquiao pernah bersentuhan dengan petinju Indonesia.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 24 Agustus 2021, 00:30 WIB
Manny Pacquiao kalah dari Yordenis Ugas pada pertandingan memperebutkan sabuk juara welter versi WBA di Las Vegas, Minggu (22/8/2021) (AP Photo/John Locher)

Liputan6.com, Jakarta Manny Pacquiao tengah memasuki masa-masa sulit dalam perjalanan kariernya. Pernah menjadi juara dunia di delapan kelas berbeda, sinar petinju Filipina itu terus meredup di usia yang semakin tua. 

Terbaru, Pacquiao dinyatakan kalah angka multak saat bertemu petinju Kuba, Yordenis Ugas pada pertarungan kelas welter di T-Mobile Arena, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Minggu (22/8/2021).

Pacquiao sebenarnya mampu merepotkan Ugas di ronde-ronde awal. Namun petinju asal Kuba yang menyandang gelar WBA Super itu mampu bertahan dan memberi perlawanan berarti untuk Pacman. 

Unggul postur dan jangkauan, Ugas berusaha tampil disiplin dan enggan meladeni permainan jarak dekat Pacquiao. Ugas tampil disiplin lewat pukulan-pukulan lurusnya. Saat tertekan, Ugas dengan cerdik mampu menghindar sembari melepaskan counter attack ke arah wajah atau badan Pacquiao.

Statistik memperlihatkan, Pacquiao lebih banyak melepaska pukulan. Namun tinju Ugaslah yang lebih banyak mengenai sasaran. Tiga hakim pun seluruhnya memenangkan Ugas atas Pacquiao. 

Pacquiao sangat kecewa dengan hasil ini. Meski demikian, Pacquiao bisa menerima kemenangan Ugas. Dia telah mengucapkan selamat kepada Ugas melalui akun Instagram pribadinya. Sementara mengenai masa depannya, Pacquiao belum memutuskan meski ada sinyal Pacquiao ingin gantung sarung tinju. 

 


Komentar Pacquiao

Yordenis Ugas dari Kuba saat memukul Manny Pacquiao, dari Filipina, dalam duel perebutan sabuk juara WBA super kelas welter di Las Vegas, Minggu (22/8/2021). Ugas menang angka atas Pacquiao 115-113, 116-112, dan 116-112. (AP Photo/John Locher)
“Di masa depan, Anda mungkin tidak melihat Manny Pacquiao di atas ring. Saya belum tahu. Biarkan saya beristirahat dulu, santai dan membuat keputusan apakah saya akan terus berjuang atau tidak.”

Perjalanan Pacquiao

Manny Pacquiao dari Filipina saat memukul Yordenis Ugas dari Kuba dalam duel perebutan sabuk juara WBA super kelas welter di Las Vegas, Minggu (22/8/2021). Ugas masih dinyatakan sebagai pemilik sabuk juara WBA super kelas welter usai mengalahkan Pacquiao. (AP Photo/John Locher)

Apapun keputusan Pacquiao tidak akan menghapus jejaknya di dunia tinju profesional. Pacquiao yang lahir di Kibawe, Bukidnon, merupakan petinju yang berangkat dari bawah. Hidup serba kesusahan semasa kecil membuatnya punya keinginan kuat untuk maju lewat olahraga yang digemarinya, tinju.

Nama Pacquiao mulai terkenal di negaranya, saat berhasil menjuarai kelas terbang versi WBC pada tahun 1998. Saat itu dia mengalahkan petinju Thailand, Chatchai Sasakul dengan KO di ronde 8.

Tidak mudah bagi Pacquiao untuk mendapat panggung semegah itu. Sebaliknya, dia harus melewati banyak pertarungan non gelar demi meningkatkan rangkingnya di badan tinju dunia.

Lanjut Baca:

Dari perjalanan panjang ini, Pacquiao juga sempat bertemu petinju Indonesia, yakni Ipo Galla. Keduanya bertemu pada partai non gelar Mandaluyong City Sports Complex, Mandaluyong City. Seperti dilansir dari Boxrec, Pacquiao dengan mudah menghentikan perlawanan Ippo Gala. Wasit menghentikan pertarungan pada ronde kedua dan menyatakan Pacman menang TKO. Ippo Gala merupakan petinju kelas terbang asal Sasana Garuda Jaya. Dia pernah berlatih di sasana yang sama dengan mantan juara dunia asal Indonesia, Ellyas Pical.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya