Berkaca dari Kasus Selebaran Provokatif di Blora, Masyarakat Diminta Tak Mudah Percaya Hoaks

Sebanyak 24 warga diduga terlibat dalam kasus hoaks selebaran provokatif di Blora.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 13 Agustus 2021, 18:30 WIB
ilustrasi Hoax{Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi, mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada hoaks, apalagi membuat berita-berita yang menyengsarakan masyarakat. Imbauan ini pun dipicu oleh kasus penyebaran selebaran bernada provokatif di Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Senin (9/8/2021).

“Masyarakat kita sudah susah penanganan Covid-19, sehingga tidak perlu membuat sensasi atau dengan sengaja membuat berita semacam itu,” ujar Luthfi menanggapi kasus tersebut pada Kamis (12/8/2021).

Sebanyak 24 warga diduga terlibat dalam kasus tersebut. Namun, tidak ditemukan aktor intelektualnya.

Awalnya, mereka bersama berkumpul di sebuah rumah milik seorang dukun desa setempat bernama Samijo atau yang memiliki nama kecil, Suro Sentiko Samin. Kemudian, salah satu warga Desa Galuk, Kecamatan Kedungtuban, Rohmat, secara spontan menulis dengan bahasa jawa.

Tulisan tersebut berisikan informasi bahwa semua aset negara adalah milik nenek moyang dan akan diminta kembali melalui penjarahan.

Senin (9/8/2021), puluhan warga memulai aksinya dengan menyebarkan selebaran sebanyak 1.500 lembar ke delapan kecamatan di Kabupaten Blora. Mendengar hal tersebut, Polres Blora segera bergerak melakukan penyelidikan dan akhirnya mengamankan 24 pelaku, Selasa.

“Dari dua puluh empat warga yang diamankan, semuanya mengakui kesalahannya dan sudah diberikan pengertian. Bahkan semuanya sudah menyadari dan berubah menjadi dutanya Polres Blora untuk kegiatan protokol kesehatan,” ujar Luthfi di sela-sela penerimaan kampung tangguh bersih narkoba yang diadakan di Pati.

Setelah melakukan penyelidikan, semua pelaku dibebaskan dengan syarat membuat permintaan maaf kepada pemerintah serta publik yang diwakili oleh Rohmat dan Samijo. Kapolda juga menegaskan bahwa semua tindakan yang dilakukan memiliki tujuan untuk kebaikan masyarakat sendiri.

(MG/ Amadea Claritta)

Sumber:https://www.antaranews.com/berita/2323186/kapolda-ungkap-selebaran-provokatif-di-blora-tak-ada-aktor-intelektual

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya