Liputan6.com, Jakarta - Pandemi covid-19 masih menjadi momok di Indonesia dengan jumlah kasus positif yang semakin tinggi. Alhasil, pemerintah pun menginstruksikan masyarakat menyelenggarakan solat Idul Adha di rumah.
Selain itu, penyembelihan hewan kurban juga diharapkan dapat mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Hal itu disampaikan Menko Polhukam, Mahfud MD.
Advertisement
"Mari kita rayakan sesuai situasi dan kondisi, yaitu situasi Covid 19, oleh sebab itu kita tidak melakukan kerumunan. Sebaiknya salat dilakukan di rumah masing-masing sebagaimana fatwa Lembaga keagamaan," kata Mahfud dalam keterangan tulis, Senin (19/7/2021).
"Penyembelihan kurban dilakukan dengan protokol kesehatan agar menjaga diri kita dan diri orang lain," katanya menambahkan.
Lantas bagaimana tata cara solat Idul Adha 1442 Hijriah di rumah? berikut selengkapnya.
Saksikan Video Idul Adha di Bawah Ini
1. Membaca niat
Sebelum melaksanakan sholat, diusahakan untuk membaca niat terlebih dahulu. Niat boleh dilafalkan atau dibaca saja dalam hati.
Ada sedikit perbedaan niat untuk imam dan jamaah.
Untuk imam, baca niat Sholat Idul Adha berikut:
Usholi sunnatan ‘idil adhaa rak'ataini imaman lillahi taala
Artinya:
"Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Taala"
Untuk makmum, baca niat Sholat Idul Adha berikut:
Usholli sunnatan ‘idil adhaa rak'ataini makmuman lillahi taala
Artinya:
"Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Taala"
Untuk mereka yang ada di rumah sendirian, maka baca niat Sholat Idul Adha berikut:
Usholli sunnatan ‘idil adhaa rak'ataini adaan lillahi taala
Artinya:
"Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat tunai karena Allah Taala"
2. Membaca Takbiratul Ihram
Sehabis membaca niat, haruslah bertakbir sebagai tanda mulai sholat. Selanjutnya, membaca doa iftitah. Di bawah adalah salah satu lafaz doa iftitah yang bisa dibaca.
Allaahu Akbaru kabiiraa-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-waashiila. Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.
3. Takbir Sebanyak 7 Kali (Rakaat Pertama)
Untuk rakaat pertama, seseorang wajib bertakbir sebanyak tujuh kali. Di antara takbir, haruslah membaca kalimat tasbih di bawah ini.