Wali Kota Depok: Jumlah Vaksin Covid-19 yang Diterima Belum Sesuai Kebutuhan

Mohammad Idris mengatakan, jumlah vaksin Covid-19 belum sesuai kebutuhan yang diperuntukan untuk warganya.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 18 Juni 2021, 05:50 WIB
Petugas kesehatan saat persiapan simulasi vaksin COVID-19 di Puskesmas Tapos, Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10/2020). Pemkot Depok menggelar simulasi vaksin COVID-19 dalam rangka persiapan vaksinasi yang rencananya akan dilaksanakan bulan November 2020. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, jumlah vaksin Covid-19 belum sesuai kebutuhan yang diperuntukan untuk warganya. Hingga sekarang dari target 1,1 juta jiwa divaksin, baru sekitar 370 ribu jiwa.

Sebagai gambaran, jumlah penduduk kota Depok saat ini mencapai 2,2 juta jiwa. Adapun 1,1 juta jiwa merupakan target dari pemerintah pusat.

"Jumlah vaksin yang kami terima ini belum sesuai kebutuhan, artinya masih banyak dari 1,1 juta target yang harus divaksinasi sesuai dengan hitungan dari pusat, kita baru bisa menyelesaikan vaksinasi sekitar 370 ribu," kata Idris, Kamis (17/6/2021).

Dia menuturkan, pihaknya tetap optimis akan ada 400 ribu jiwa dari 1,1 juta yang bisa menerima vaksin Covid-19. Sebagai gambaran, dalam sehari pihaknya menargetkan ada 3.000 orang yang divaksin.

"Kami optimis dan kemarin mendapatkan support dari Presiden kalau bisa dilakukan percepatan 400 ribu yang sudah di vaksin dari 1,1 juta," ungkap Idris.

Selain jumlah vaksin Covid-19 belum sesuai kebutuhan, pihaknya masih menerima sejumlah lansia untuk menolak divaksin.

"Itu kendala yang kami hadapi, lansia menerima share berita tentang bahaya vaksinasi sehingga takut untuk di vaksin," kata Idris.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Beri Perhatian

Idris berharap, Satgas Covid-19 memberikan lebih banyak perhatian terkait permasalahan yang dihadapi di Depok terkait vaksinasi ini.

"Ini ada kendala vaksinasi, mudah-mudahan dari pihak Satgas memberikan perhatian pada kami," kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya