Ilmuwan Peringatkan Inggris Bisa Alami Gelombang Ketiga COVID-19

Inggris melaporkan lebih dari 3.000 infeksi COVID-19 baru selama enam hari berturut-turut.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 02 Juni 2021, 07:03 WIB
Seorang pria menyeberang jalan pada pagi pertama penerapan lockdown nasional ketiga di Kota London, Inggris, 5 Januari 2021. Inggris memasuki lockdown nasional ketiga sejak pandemi virus corona COVID-19 dimulai. (AP Photo/Matt Dunham)

Liputan6.com, London - Ada tanda-tanda Inggris berada pada tahap awal gelombang ketiga infeksi virus Corona COVID-19, demikian disebutkan oleh seorang ilmuwan yang menasihati pemerintah.

Prof Ravi Gupta dari Universitas Cambridge mengatakan, meskipun kasus baru "relatif rendah", varian India telah memicu "pertumbuhan eksponensial".

Dia mengatakan, mengakhiri pembatasan COVID-19 di Inggris pada 21 Juni harus ditunda, demikian dikutip dari laman BBC, Selasa (1/6/2021).

Sekretaris Lingkungan George Eustice mengatakan, pemerintah tidak dapat mengesampingkan penundaan pelonggaran penguncian yang direncanakan.

Tetapi para pemimpin bisnis telah memperingatkan dampak berbahaya dari setiap perubahan pada tanggal yang diusulkan.

Pada Senin (31/6/2021), Inggris melaporkan lebih dari 3.000 infeksi COVID-19 baru selama enam hari berturut-turut.

 

Varian India di Inggris

Orang-orang berjalan di depan Tower Bridge di London, Inggris, pada 6 Oktober 2020. Inggris melaporkan 14.542 kasus terkonfirmasi baru COVID-19, menambah total infeksi di negara itu menjadi 530.113, menurut data resmi yang dirilis pada Selasa (6/10). (Xinhua/Han Yan)

Sebelumnya, Inggris belum melampaui angka tersebut sejak 12 April 2021.

Tidak ada kematian dalam 28 hari setelah tes positif dilaporkan di Inggris, Wales atau Irlandia Utara - tetapi satu kematian dilaporkan di Skotlandia.

Prof Gupta mengatakan kepada program Today BBC Radio 4 bahwa Inggris sudah berada dalam gelombang infeksi ketiga dan setidaknya tiga perempat kasus adalah varian yang diidentifikasi di India.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya