IHSG Bakal Konsolidasi, Cermati Saham Pilihan Ini

CEO PT Indosurya Bersinas Sekuritas, William Surya Wijaya menuturkan, pola pergerakan IHSG masih dibayangi oleh gelombang tekanan yang terlihat belum akan berakhir.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 Mei 2021, 06:00 WIB
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi konsolidasi pada perdagangan saham Senin, (24/5/2021). IHSG pun masih diwarnai gelombang tekanan.

CEO PT Indosurya Bersinas Sekuritas, William Surya Wijaya menuturkan, pola pergerakan IHSG masih dibayangi oleh gelombang tekanan yang terlihat belum akan berakhir. Sedangkan fluktuasi nilai tukar rupiah juga turut mewarnai pergerakan IHSG.

“Selama level support terdekat dapat dipertahankan dengan kuat, IHSG masih memiliki peluang untuk kembali pada jalur up tren jangka pendek. IHSG berpotensi bergerak dalam rentang konsolidasi, ujar dia dalam catatannya, Senin.

Sementara itu, Kepala Riset PT Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi menuturkan, IHSG berpeluang menguat pada awal pekan ini secara teknikal. IHSG akan bergerak di kisaran 5.740-5.850.

“Pergerakan saat ini cukup rendah mendekati level support moving average 200 dan berhasil memantul pada level pivot Fibonacci di kisaran 5.740 sehingga peluang pergerakan menguat masih cukup berpotensi. Indikator stochastic menjenuh pada area oversold dengan kondisi undervalue indikator MACD,” kata dia.

Pada penutupan perdagangan Jumat, IHSG melemah 0,42 persen ke posisi 5.773,12. Saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).

Lanjar menuturkan, investor ambil langkah aman usai laporan posisi transaksi berjalan Indonesia yang kembali defisit sebesar USD 1 miliar atau 0,4 persen dari produk domestik bruto (PDB) setelah kuartal sebelumnya mencatat surplus USD 900 juta atau sebesar 0,3 persen dari PDB.

Saksikan Saham Pilihan di Bawah Ini

Saham Pilihan

Suasana pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk saham pilihan, Lanjar memilih saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Lalu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Sedangkan William memilih saham BBRI, KLBF, PT Indo Tambangraya Tbk (ITMG), BBNI, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya