Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD 2,19 Miliar pada April 2021

Angka tersebut lebih tinggi dari surplus neraca perdagangan per Maret 2021 yang sebesar USD 1,57 miliar.

oleh Liputan6.comDiperbarui 20 Mei 2021, 15:10 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di JICT Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (18/10). Neraca perdagangan Indonesia surplus di April 2021. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta

 

Indonesia Cetak Ekspor USD 18,48 Miliar di April 2021

Suasana bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (11/1/2021). Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia (BI), neraca perdagangan Indonesia pada Januari-November 2020 mencapai surplus 19,66 miliar dolar AS. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia capai USD18,48 miliar di April 2021. Nilai tersebut naik 0,69 persen dibandingkan Maret sebesar USD18,35 miliar dan naik sebesar 51,94 persen dibanding April 2021 yang sebesar USD12,16 miliar.

"Pada April 2021 ini nilai ekspor kita adalah sebesar USD18,48 miliar," ujar Kepala BPS Kecuk Suhariyanto melalui Youtube BPS, Jakarta, Kamis (20/5).

Suhariyanto mengatakan, ekspor Indonesia dipengaruhi oleh naiknya berbagai harga komoditas sepanjang April 2021. Beberapa di antaranya adalah timah, aluminium, emas dan kelapa sawit.

"Ada beberapa komoditas nonmigas yang mengalami peningkatan harga yang mengalami kenaikan harga. Seperti timah, aluminium, emas dan kelapa sawit," jelasnya.

Suhariyanto mencontohkan, harga emas pada bulan lalu tercatat naik sebesar 2,13 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun lalu harganya naik 4,6 persen.

"Emas dari bulan Maret ke bulan April 2021 juga meningkat 2,13 persen secara year on year meningkat 4,6 persen sebaliknya ada beberapa komoditas nonmigas yang dari bulan Maret ke bulan April mengalami penurunan harga 9,10 persen meskipun secara year on year meningkat 61, 41 persen," katanya.

Berbeda dengan komoditas non migas, komoditas migas seperti ICP justru mengalami penurunan harga. Dimana pada Maret 2021 harganya USD 63,5 per barel turun menjadi USD61,926 per barel.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya