6 Fakta Vaksinasi Gotong Royong, Harga hingga Vaksin yang Digunakan

Pemerintah sudah mulai menjadwalkan vaksinasi Gotong Royong bagi karyawan swasta yang berlangsung sejak tanggal 18 Mei 2021.

oleh Tira Santia diperbarui 20 Mei 2021, 09:00 WIB
Petugas memeriksa tekanan darah pekerja swasta saat program Vaksinasi Gotong Royong di Sudirman Park Mall, Jakarta, Rabu (19/5/2021). Vaksinasi Gotong Royong memfasilitasi badan usaha yang mau membeli vaksin untuk karyawannya. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah sudah mulai menjadwalkan vaksinasi Gotong Royong bagi karyawan swasta yang berlangsung sejak tanggal 18 Mei 2021. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan virus covid-19 di sektor ketenagakerjaan demi mencapai herd immunity secara nasional.

Hingga kini, tercatat sebanyak 18 perusahaan diketahui akan memulai program vaksinasi Gotong Royong tahap pertama tersebut.

Vaksinasi gotong royong tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut fakta-fakta vaksin gotong royong dari awal mulanya hingga harga vaksin yang ditetapkan, dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (20/5/2021).

1. Hasil Inisiasi Kadin

Program vaksin gotong-royong merupakan usulan dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) yang ingin melakukan vaksinasi mandiri secara gotong royong.

Ketua Umum Kadin, Rosan Roeslani, mengatakan pada (5/2/2021) lalu, bahwa para pekerja atau pegawai perusahaan tidak akan dipungut bayaran dalam program vaksinasi gotong royong. Sebaliknya, semua biaya untuk vaksin COVID-19 itu akan ditanggung pengusaha atau perusahaan.

"Pegawai gratis, keluarga mereka juga. Bahkan ada beberapa perusahaan yang ingin memberikan kepada masyarakat di lingkungan perusahaannya, seperti di sekitar pertambangan," kata Rosan.

Vaksin gotong royong merupakan kerja sama antara Kadin dan pemerintah. Kadin akan mengumpulkan peminat vaksin COVID-19 untuk mempercepat tercapainya herd immunity atau kekebalan komunitas.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 4 halaman

2. Jenis Vaksin Gotong Royong yang Digunakan

Petugas medis akan melakukan vaksinasi gotong royong di Senayan Park, Jakarta, Rabu (19/5/2021). Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia membangun fasilitas Sentra Vaksinasi Gotong Royong untuk kalangan swasta dan usaha menengah dan kecil. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan merek vaksin yang digunakan untuk vaksin gotong royong harus berbeda dengan vaksin untuk program vaksinasi nasional.

“Sebagaimana peraturan yang ada bahwa vaksin yang diberikan dalam vaksinasi gotong royong harus berbeda brand-nya dengan vaksin yang digunakan untuk vaksinasi nasional,” ujar Penny dalam konferensi pers daring, Selasa (9/3/2021).

Lanjutnya, AstraZeneca tidak masuk ke dalam vaksin yang akan digunakan dalam program vaksin gotong royong. Sejauh ini, vaksin yang akan digunakan dalam vaksinasi gotong royong adalah vaksin Sinopharm, vaksin Novavax, dan Moderna.

“Ketiganya sedang berproses baik antar pemerintah dengan pihak produsennya maupun juga bertahap sudah melakukan registrasi bergulir dengan BPOM,” jelas Penny.

3. Tercatat, 22.736 Perusahaan Telah Mendaftar Vaksinasi Gotong Royong

vaksinasi Covid-19 dengan mekanisme gotong royong perdana mulai digelar, Selasa (18/5/2021). Setidaknya, ada sekitar 22.736 perusahaan yang telah ikut mendaftar ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk mengikuti program vaksinasi gotong royong.

Hal ini disampaikan Ketua Kadin Roslan Roeslani di PT Unilever Indonesia, Kawasan Industri Jababeka, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Adapun PT Unilever Indonesia menjadi salah satu perusahaan peserta program Vaksinasi Gotong Royong untuk pekerja yang digelar perdana.

"Alhamdulillah ini mendapatkan respons yang positif tidak hanya dari para menteri pemerintah, juga dari dunia usaha. Itu terbukti dari begitu banyaknya perusahaan sekarang ada kurang lebih 22.736 perusahaan yang terdaftar dan lebih dari 10 juta orang," jelas Ketua Kadin Rosan Roeslani seperti yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden.

 

3 dari 4 halaman

4. Harga Vaksin Gotong Royong

Vaksin Gotong Royong adalah program vaksinasi Covid-19 mandiri kepada karyawan/karyawati, keluarga dan individu lain terkait dalam keluarga.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan harga vaksin Covid-19 produksi Sinopharm untuk program vaksinasi gotong royong. Vaksin Covid-19 ini akan dibeli oleh badan hukum atau badan usaha di Indonesia.

Telah ditetapkan bahwa harga pembelian vaksin sebesar Rp 321.660 per dosis. Sementara tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm Melalui Penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam Pelaksanaan Pengadaan Vaksin Covid-19 dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong.

Kendati begitu, pengusaha tidak mempermasalahkan terkait harga vaksin. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan para pengusaha tidak keberatan dengan patokan harga tersebut. Puluhan ribu perusahaan sudah siap mengikuti vaksinasi gotong royong.

5. Kadin Bersinergi dengan Siloam Hospitals Group dan Lippo Malls

Seperti diketahui, Kadin telah memulai pelaksanaan (kick off) vaksinasi gotong royong serentak di 18 perusahaan pada 18 Mei 2021 yang dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Saat itu, sedikitnya ada 200 perusahaan yang sudah mendaftarkan karyawan atau yang dengan keluarga karyawannya sebagai peserta mengikuti vaksinasi tahap pertama.

Peserta vaksinasi dalam acara kick off itu merupakan perusahaan yang telah mendaftar di tahap pertama, selain juga sesuai arahan pemerintah pelaksanaan diutamakan pada sektor manufaktur/padat karya, antara lain Unilever Indonesia, Indocement Tunggal Prakarsa, Chandra Asri Petrochemical, hingga United Tractors.

Dalam merealisasikan sentra vaksinasi gotong royong di Senayan Park Mall (Spark Mall) ini, Kadin Indonesia bersinergi dengan Siloam Hospitals Group dan Lippo Malls yang berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada pemerintah. Pelaksanaan vaksinasi gotong royong ini dilakukan dengan dukungan tenaga kesehatan yang disiapkan oleh Siloam Hospitals Group, dan lokasi yang disediakan oleh pihak Lippo Malls.

 

4 dari 4 halaman

6. Jokowi Optimis Vaksin Gotong Royong bisa Capai Pertumbuhan Ekonomi hingga 7 Persen

Jokowi mengunjungi pelaksanaan vaksinasi gotong royong di PT Unilever, Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Selasa (18/5/2021) (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap setelah dilakukan vaksinasi gotong royong dapat mendorong perusahaan-perusahaan  bekerja lebih produktif lagi.

"Kita harapkan kawasan-kawasan produksi, kawasan kawasan industri, pabrik, dan perusahaan-perusahaan yang produktif ini akan bisa bekerja lebih produktif lagi," ujar Jokowi.

Terkait hal tersebut, Presiden Jokowi juga optimistis target ekonomi akan tembus 7 persen dengan adanya program vaksinasi untuk para pekerja.   

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya