Liputan6.com, Sleman Setahun lamanya segala kegiatan olah raga tak terkecuali sepak bola harus dihentikan, lantaran adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Namun, setelah satu tahun lamanya berhenti, kompetisi sepak bola bisa kembali digulirkan.
Ya, namanya Piala Menpora 2021. Kompetisi pra musim pertama yang diizinkan digelar selama masa pandemi Covid-19, tentunya jadi hiburan 'mahal' untuk masyarakat.
Advertisement
Namun, sepak bola yang biasanya jadi hiburan murah dan bisa ditonton langsung masyarakat, kini harus digelar minus kehadiran penonton di stadion. Karenanya, gelaran Piala Menpora kali ini terasa sangat 'mahal'.
Bukan apa-apa, kompetisi digelar harus dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat. Meski digelar, total yang hadir di stadion tidak boleh melebihi dari 300 orang.
Piala Menpora 2021 bak magnet yang kuat bagi seluruh pecinta olah raga kulit bundar ini. Meski begitu, tak satupun pendukung yang nekat datang ke stadion untuk menonton pertandingan secara langsung.
Hingga babak penyisihan usai, tak terdengar ada keriuhan atau pelanggaran yang dilakukan oleh pendukung klub yang mengikuti kompetisi Piala Menpora 2021 ini.
Hiburan Baru
Ya, Piala Menpora 2021 seakan menjadi hiburan baru untuk masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Namun, pekerjaan rumah baru untuk penyelenggara adalah saat kompetisi harus digelar namun tanpa dihadiri penonton atau suporter.
Berbagai cara dilakukan oleh stakeholder terkait untuk mencegah suporter datang atau menggelar nonton bareng (nobar). Tak henti-hentinya kampanye #DukungDariRumah digerakkan, mulai dari sosial media, media elektronik, media online, bahkan hampir semua pemain melakukan kampanye tersebut.
Bak gayung bersambut, para pendukung atau suporter memilih mematuhi imbauan atau sosialisasi yang dilakukan oleh penyelenggara event ini. Para pendukung klub sepak bola itu memilih menonton aksi idola-idola mereka bertanding dari layar kaca.
Head of Media and Communication PT LIB, Hanif Marjuki menjelaskan kompetisi perdana di era pandemi ini digulirkan dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat. Meski digelar, tapi hingar bingar riuh saat pertandingan berlangsung jangan harap bisa dilihat pada selama kompetisi berlangsung.