Blue Bird Optimistis Kinerja Keuangan 2021 Bakal Positif Ketimbang 2020

Head of Investor Relations BIRD Michael Tene optimistis pihaknya mampu mendapatkan pendapatan lebih baik pada 2021.

oleh Dian Tami Kosasih diperbarui 31 Mar 2021, 15:20 WIB
Pengemudi mobil Blue Bird BYD e6 A/T tengah mengisi daya listrik di pool Blue Bird, Jakarta, Selasa (23/4). Terdapat dua jenis mobil listrik yang digunakan Blue Bird yakni BYD e6 A/T untuk taksi reguler atau Blue Bird dan Tesla Model X 75D A/T untuk taksi eksekutif atau Silverbird. (Liputan6.com/Ang

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi COVID-19 membuat pendapatan PT Blue Bird Tbk (BIRD) merosot 49,43 persen menjadi 2,04 triliun sepanjang 2020. Padahal, periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan mampu mendapatkan pendapatan Rp4,04 triliun.

Melihat hal ini, Head of Investor Relations PT Blue Bird Tbk Michael Tene optimistis pihaknya mampu mendapatkan pendapatan lebih baik pada 2021.

"Di tahun 2021 ini kami tentunya menargetkan bisa kembali membukukan profit di laporan keuangan kami di akhir tahun nanti," ujar dia kepada Liputan6.com, Rabu (31/3/2021).

Mobilitas yang mulai membaik dibandingkan awal pandemi COVID-19, membuat Michael semakin yakin untuk mendukung kinerja. Apalagi pemerintah semakin gencar mengadakan vaksinasi bagi masyarakat.

"Mobilitas yang mulai membaik pasca PPKM ketat yang terjadi di awal tahun dan mulainya vaksinasi secara nasional tentunya menjadi katalis yang positif untuk mendukung kinerja kami tahun ini," ujarnya.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu, 31 Maret 2021, IHSG melemah 1,9 persen ke posisi Rp 1.290 per saham.

Saham BIRD dibuka turun 35 poin ke posisi Rp 1.280 per saham. Saham PT Blue Bird Tbk sempat berada di level tertinggi 1.325 dan terendah 1.265 per saham. Total frekuensi perdagangan 847 kali dengan nilai transaksi Rp 4,3 miliar. 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya