Aktivitas Gunung Api Ili Lewotolok Kembali Meningkat

Erupsi Gunung Api Ili Lewotolok.

oleh Dionisius Wilibardus diperbarui 15 Des 2020, 11:28 WIB
Telah terjadi erupsi G. Ili Lewotolok, Kabupaten Lembata, NTT pada tanggal 14 Desember 2020. (Liputan6.com/Dionisius Wilibardus)

Liputan6.com, Lembata - Erupsi Gunung Api Ili Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali terjadi pada 14 Desember 2020 pagi pukul 06.53 Wita dan pukul 18.00 Wita.

Sesuai dengan Laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok pada pagi hari, dimana dengan erupsi dan tinggi kolom abu teramati ± 1.000 m di atas puncak (± 2.423 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 10 mm dan durasi ± 25 detik.

Pada sore hari sesuai dengan laporan terjadi pada pukul 18.03 Wita dengan tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 2.223 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan letusan disertai dengan dentuman kuat.

Saat ini, Gunung Ili Lewotolok berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok dan pengunjung, pendaki, wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah Gunung Ili Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 4 km dari puncak, pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Sedangkan, aktivitas gunung api Ili Lewotolok periode pengamatan tanggal (14/12/2020 pukul 00:00-06:00 Wita), cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 26 °C.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Satanislaus Arakian kepada Liputan6.com, Senin (14/12/2020) menyampaikan, pada pagi hari visual gunung jelas. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas tebal dan tinggi 200-500 m di atas puncak kawah.

Teramati 21 kali letusan dengan tinggi 200-500 m dan warna asap kelabu dan hitam. Letusan disertai gemuruh-dentuman lemah-sedang, dan pada malam hari teramati lontaran lava pijar di sekitar area puncak.

Sedangkan, pada sore 14 Desember 2020  18.00-24.00 Wita, Gunung api Ili Lewotolok tampak jelas dan tertutup kabut 0-I hingga kabut 0-11. Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 300-800 meter di atas puncak kawah.

Ia mengharapkan kepada masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok dan pengunjung, pendaki, wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah Gunung Ili Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 4 km dari puncak, pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Simak juga video pilihan beriut:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya