Panglima TNI: Tidak Ada Bukti Djaja Terlibat

Djaja Suparman mengaku singgah di Bali saat memimpin para siswa Sesko TNI melakukan studi banding ke Lombok. Tak ada bukti yang cukup kuat Djaja terlibat pengeboman di Kuta, Bali.

oleh Liputan6Diterbitkan 31 Oktober 2002, 20:56 WIB
Liputan6.com, Surabaya: Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mendukung upaya Polri mengusut pelaku pengeboman di Bali termasuk memeriksa Letnan Jenderal TNI Djaja Suparman. Panglima TNI telah meminta keterangan seputar keberadaan mantan Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat itu di Pulau Dewata. "Sejauh ini, belum ada indikasi yang mengatakan anggota TNI terlibat," ujar Panglima TNI di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/10) siang.

Panglima TNI mengatakan, Djaja selaku Komandan Sekolah Staf Komando (Sesko) mengaku singgah di Bali saat memimpin para siswa Sesko TNI melakukan Kuliah Kerja Nyata ke Lombok, Nusatenggara Barat pada 15 hingga 24 September. Kemudian, lulusan Akademi ABRI 1972 itu kembali ke Jakarta, sedangkan siswa Sesko melakukan kegiatan lain. "Terlalu naif kalau beliau dikaitkan dengan peledakan. Tak ada bukti-bukti dia mengkoordinir sesuatu," kata Panglima TNI.

Selain Djaja, bekas Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Nugroho Djayoesman juga disebut datang pada 12 Oktober ke Pulau Dewata dan meninggalkan Bali sehari sesudah peristiwa peledakan. Nugroho mengaku hendak tidur di Hotel Kartika Plaza pada saat kejadian. Dia dan keluarganya tengah berlibur dan menginap di hotel yang berlokasi tak jauh dari Sari Club dan Paddy`s Cafe itu [baca: Nugroho Djayusman Membantah Terkait Bom Bali].(COK/Benny Christian dan Bambang Ronggo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya