5 Hal Ini Patut Diperhitungkan MU Jelang Laga Lawan Istanbul Basaksehir di Liga Champions

MU mungkin akan memanggil kembali pemain yang sempat diistirahatkan untuk pertandingan lawan Istanbul Basaksehir, di matchday ketiga Liga Champions.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 04 November 2020, 19:00 WIB
Striker Manchester United (MU) Marcus Rashford dan rekannya, Fred, merayakan golnya ke gawang RB Leipzig pada penyisihan Grup H Liga Champions di Old Trafford, Kamis (29/10/2020) dini hari WIB. (AP Foto / Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United (MU) akan dijamu wakil Turki, Istanbul, Basaksehir, di matchday ketiga Liga Champions, Kamis dinihari WIB (5/11/2020). Setan Merah membidik kemenangan ketiga beruntun di ajang ini

Pada dua pertandingan Liga Champions sebelumnya MU sukses meraup kemenangan. Marcus Rashford dkk. menaklukkan PSG 2-1, lalu menggulung RB Leipzig 5-0.

Kemenangan beruntun itu menempatkan MU di puncak klasemen gurp B. Peluang untuk kembali memetik kemenangan pun cukup terbuka.

Pasalnya, Basaksehir bisa dibilang klub terlemah di grup ini. Dua kali sudah mereka kalah dari Leipzig dan PSG dengan skor 0-2.

Di sisi lain, MU tentu ingin menjadikan laga melawan Istanbul di Liga Champions sebagai momen kebangkitan. Pasalnya, mereka sebelumnya kalah 0-1 dari Arsenal di pentas Liga Inggris. Kekalahan itu membuat MU belum pernah menang dalam empat pertandingan Liga Inggris di markas mereka sendiri, Old Trafford.

Jelang laga MU di kandang Istanbul Basaksehi pada pertandingan grup Liga Champions, berikut ada lima hal yang harus diperhatikan tim.


Ancaman Penurunan Pangkat?

Gelandang Manchester United (MU) Paul Pogba coba diadang pemain Arsenal Thomas Partey dalam laga Liga Inggris di Old Trafford, Minggu (1/11/2020). (Shaun Botterill / Pool via AP )

Meski manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer tidak akan mengakuinya, tetapi tim harus memprioritaskan kick-off Liga Inggris di markas Everton minggu ini. Karena itu, perjalanan ke Turki bisa dijadikan kesempatan untuk merotasi pemain.

Perubahan yang dibingkai sebagai waktu 'istirahat' untuk pemain tertentu dapat berakhir dengan penurunan pangkat, karena Liga Inggris adalah ukuran paling tepat dari kemajuan MU.

Dean Henderson, Axel Tuanzebe, Donny van de Beek dan Juan Mata berhak untuk memulai lagi pertandingan, termasuk Anthony Martial. Edinson Cavani juga harus digunakan cepat atau lambat, meskipun segala sesuatu tentang dia terlambat selama cameo melawan Arsenal.


Kesempatan Henderson?

Penjaga gawang Manchester United Dean Henderson (kiri) menggiring bola meninggalkan pemain Luton Town Danny Hylton pada pertandingan babak ketiga Piala Liga Inggris di Kenilworth Road, Luton, Inggris, Selasa (22/9/2020). Manchester United mengalahkan Luton Town 3-0. (Cath Ivill/Pool via AP)

Sungguh lalai membiarkan Henderson menjalani seluruh periode antara pertandingan internasional Oktober dan November tanpa mendapat kesempatan menendang bola. Laga lawan Istanbul Basaksehir jelas bisa memberikan Henderson debutnya di Liga Champions dan dia harus sangat bersemangat untuk mendapatkan waktu bermain.

David de Gea telah melakukan sedikit kesalahan sejauh musim ini. Tapi, MU telah kebobolan gol Liga Inggris di Old Trafford sebanyak yang mereka lakukan pada 2017-18 dan selisih gol mereka masih minus.

Lanjut Baca:

Basaksehir berbaris secara konservatif dalam pertandingan Eropa sebelumnya melawan RB Leipzig dan Paris Saint-Germain. Jadi ada sedikit insentif bagi Solskjaer untuk beralih ke tiga bek hanya karena MU bermain di benua itu. Formasi berlian itu diguncang oleh Arsenal tetapi ada beberapa logika dalam mempertahankannya melawan Basaksehir dengan strategi 4-1-4-1 yang disukai. Mereka telah kalah tiga dari tujuh pertandingan liga mereka di Turki dan sangat mudah didapat jika Martin Skrtel diharapkan bermain di bek tengah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya