Liputan6.com, Jakarta - Sering kali peristiwa hebat meninggalkan kesan negatif. Muncul perasaan sia-sia dan tidak ada gunanya menyaksikan hal serupa di masa depan. Toh yang terjadi nanti tidak akan menandingi yang baru saja disaksikan.
Itulah perasaan mayoritas dari 127 ribu lebih orang yang hadir di Hampden Park pada 18 Mei 1960. Suporter terkagum-kagum menyaksikan tontonan di lapangan.
Advertisement
Real Madrid menaklukkan Eintracht Frankfurt 7-3 pada final Piala Champions, cikal Liga Champions. Namun, bukan hanya jalan laga yang menarik, melainkan artinya.
Itu adalah gelar kelima beruntun Los Blancos, sebuah pencapaian yang hingga kini belum bisa disamai atau mungkin tidak bakal terulang lagi.
Dengan menghancurkan Eintracht Frankfurt, Real Madrid sudah mempertegas status sebagai raja Eropa dan membungkam mereka yang meragukan.
Saksikan Video Real Madrid Berikut Ini
Larangan Tampil untuk Frankfurt
Rivalitas besar dalam olahraga biasanya memiliki sejarah permusuhan antara keduanya. Final Piala Champions 1960 juga punya.
Partisipasi Eintracht Frankfurt sempat diragukan. Pasalnya, Federasi Sepak Bola Jerman Barat mengeluarkan larangan bertanding menghadapi tim yang berisi Ferenc Puskas. Mereka masih sakit hati dengan tuduhan Puskas yang menyebut timnas Jerman Barat menggunakan doping pada 1950-an.
Pada akhirnya federasi mengeluarkan lampu hijau setelah Puskas menulis surat formal permintaan maaf. Ironisnya, Puskas memainkan peran besar pada hasil pertandingan.
Perjalanan ke Final
Real Madrid bermain sebagai favorit. Usai menaklukkan Stade Reims 2-0 pada final edisi sebelumnya, mereka tanpa kesulitan menaklukkan Jeunesse Esch (agregat 12-2), Nice (6-2), serta rival domestik Barcelona (6-2) untuk kembali mencapai partai puncak.
Di sisi lain bagan kompetisi, Eintracht Frankfurt mengawali debut di Liga Champions dengan impresif. Pasukan Paul Osswald melibas Young Boys (5-2), Wiener Sport-Club (3-2), dan Rangers (12-4).
Catatan impresif lain mengiringi sukses Die Adler. Mereka tidak pernah tertinggal dari lawan, tidak seperti Real Madrid yang sempat kalah di hadapan Nice.
Jalan Pertandingan
Eintracht Frankfurt mempertahankan tren itu pada menit awal final. Mereka hampir memimpin jika Erwin Stein dan Richard Kress menaklukkan kiper Real Madrid Rogelio Dominguez pada situasi satu lawan satu di dua kesempatan berbeda.