Liputan6.com, Jakarta - Pertengahan September 1941, hanya tiga bulan setelah Wehrmacht (angkata bersenjata Nazi) menginvasi Uni Soviet, Jerman akhirnya menguasai Kiev melalui pengepungan berdarah yang berlangsung selama 72 hari.
Namun, Adolf Hitler tidak mau terlihat sebagai tirani kejam di mata penduduk lokal. Mereka mencoba menciptakan ilusi dengan menggelar berbagai event budaya, termasuk pertandingan olahraga.
Advertisement
Pada periode itu, Eks kiper Dynamo Kiev Nikolai Trusevich coba bertahan hidup dengan menjual korek api. Dia kemudian mendapatkan pekerjaan di pabrik roti dan mengajak beberapa mantan rekan setimnya.
Kebetulan, direktur pabrik Joseph Kordik gila sepak bola. Dia kemudian menyarankan Trusevich dan kawan-kawan untuk membentuk tim sepak bola. Berdirilah FC Start yang terdiri dari sembilan eks Dynamo Kiev.
Namun, ada juga pemain yang sempat memperkuat Spartak Odessa, Lokomotiv Kiev, dan berbagai klub lain. Tidak hanya mantan profesional, klub ini juga memiliki pemain dengan profesi seperti koki, penjaga, dan polisi.
Di sisi lain Kiev, klub bernama Rukh berdiri pada waktu hampir bersamaan. Georgi Shvetsov menjadi inisiator pendiri. Sadar kualitas mantan penggawa Dynamo Kiev, dia kemudian mengajak mereka bergabung. Namun, para pemain menolak karena tahu Shvetsov bekerja sama dengan Nazi.
Maka hadirlah dua klub dengan ideologi berbeda. Satu merupakan patriot dan lainnya simpatisan. Start dan Rukh pun kemudian melambangkan Ukraina dan Jerman.
Saksikan Videl Pilihan Berikut Ini
Di Bawah Intimidasi
Berbekal keunggulan skuat, Start menunjukkan dominasinya di lapangan meski jarang berlatih karena perang. Dokumentasi mencatat mereka menggelar tujuh laga pada Juni dan Juli 1942 melawan Rukh dan Sport, tiga klub militer Hungaria, tim dari artileri Nazi, dan tim kereta api Jerman. Start memenangkan seluruh laga, mencetak 37 gol, dan hanya kemasukan delapan kali.
Nazi tidak sudi dengan kenyataan ini. Mereka kemudian mendatangkan tim bernama Flakelf yang ketika itu diyakini tak terkalahkan.
Pertandingan berlangsung pada 6 Agustus 1942. Start tanpa kesulitan berjaya 5-1. Namun, Nazi tetap kesulitan menerima kekalahan dari lawan yang mereka anggap inferior. Nazi pun menggelar laga ulang dan mendatangkan pemain baru.