Apa yang Harus Disiapkan Sekolah di Era New Normal?

Pelaksanaan belajar dengan jarak minimum merupakan berbagai aturan teknis yang wajib diterapkan di sekolah.

oleh Liputan6.com diperbarui 12 Jul 2020, 23:17 WIB
Apa yang Harus Disiapkan Sekolah di Era New Normal? foto: istimewa

Liputan6.com, Jakarta - PSBB transisi di Jakarta saat ini adalah fase menuju kondisi new normal. Artinya kembalinya aktivitas di berbagai sektor dengan tatanan baru sesuai protokol kesehatan. Kini, beberapa perkantoran, rumah ibadah, sampai pusat perbelanjaan sudah dibuka kembali.

Lantas, bagaimana dengan sektor pendidikan?  Dalam aturan penyelenggaraan pembelajaran ajaran baru pada masa pandemi dimuat bermacam syarat dan aturan protokol kesehatan yang berlaku.  Mulai dari pelaksanaan belajar melalui online atau tatap muka untuk zona hijau.

Lalu persetujuan Pemerintah Daerah, persiapan sarana oleh satuan pendidikan, dan persetujuan orang tua yang wajib dipatuhi sebagai syarat untuk diberlakukannya pembelajaran tatap muka di sekolah. Pelaksanaan belajar dengan jarak minimum, jumlah hari dan jam belajar dengan sistem pergiliran atau shift merupakan berbagai aturan teknis yang wajib diterapkan di sekolah.

Lalu apa yang dimaksud dengan persiapan sarana oleh sekolah? Managing Director Rentokil Initial Indonesia, Heri Susanto mengatkan sarana yang dimaksud adalah sarana penunjang kebersihan dan kesehatan seperti penyediaan toilet bersih, sarana cuci tangan dengan menggunakan air atau hand sanitiser, sampai dengan pelaksanaan penyemprotan disinfektan.

“Semua dilakukan demi prinsip kesehatan dan keselamatan bersama yang merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran dalam masa pandemi COVID-19. Sebagai institusi perpanjangan para orang tua dalam kegiatan belajar, sekolah harus mampu meyakinkan orang tua murid termasuk staf pengajar dan karyawan bahwa pencegahan penularan COVID-19 telah diterapkan dan dilaksanakan dengan baik,” terangnya.

Pilihan berbagai rangkaian unit hygiene untuk pencegahan COVID-19 sudah banyak beredar di pasaran. Namun memastikan bahwa produk tersebut sudah sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku memerlukan usaha teliti yang harus dilakukan lebih jauh lagi.

“Untuk memenuhi standar kesehatan yang berlaku, pemilihan unit hygiene sebagai pencegahan COVID-19 sebaiknya ditangani oleh jasa professional,” imbuhnya.

Perusahaan hygiene profesional seperti Calmic adalah salah satu perusahaan yang menyediakan solusi pencegahan COVID-19. Rangkaian unit nontouch pada sabun cuci tangan maupun hand sanitiser yang mempunyai keunggulan untuk mengurangi kontak dengan tangan.

ilustrasi sekolah tutup | unsplash.com/@flpschi

Ada juga penyediaan layanan disinfektan profesional, sampai kepada rangkaian produk pembersih udara untuk melindungi ruangan dari virus dan pantogen merupakan bagian dari program perlindungan back to school.

Di sektor usaha, menurut Heri, telah banyak yang mempercayakan perusahaan hygiene profesional seperti Calmic dalam menangani pencegahan COVID-19. Beberapa mall, perkantoran, apartemen hingga bioskop. Setiawan Susilo, Center Director Emporium Mall Pluit menyatakan pihaknya telah menggunakan hampir seluruh sevice line Calmic.

“Pelayanan Calmic sendiri kami rasa cukup memuaskan karena tidak baud an lebih higienis,” katanya. Hal senada disampaikan David Sadeli, Direktur Operasional XXI Theatre. Dia mengaku telah menggunakan Camic sejak 1988.

“FHU No Touch & Soap No Touch sangat mendukung konsep toilet kami yang minimalis,” katanya. Seperti halnya pusat pembelanjaan dan bioskop yang telah lama menyediakan sarana kesehatan, sekolah juga harus segera menyediakanya sebelum kegiatan belajar di era new normal dimulai.

“Unit hygiene seperti hand soap, sanitiser, dan disinfektan merupakan bagian dari syarat protokol kesehatan untuk dibukanya kembali unit usaha mulai dari mall sampai perkatoran. Demikian juga dengan sekolah jika kembali akan dibuka,” pungkas Heri Susanto.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya