Evolusi Lionel Messi di Barcelona dan Peran Pep Guardiola

Di balik capaian hebat megabintang Barcelona, Lionel Messi, ada evolusi dan adaptasi yang dilakukan untuk bertahan di levelnya.

oleh Yus Mei SawitriDiterbitkan 28 Mei 2020, 18:35 WIB
Lionel Messi (Barcelona). (AFP)

Jakarta Bintang Barcelona, Lionel Messi, menjadi satu dari sedikit pemain bola yang mampu mempertahankan penampilan di level tertinggi selama lebih dari satu dekade 

Satu hal yang tidak bisa dibantah adalah Lionel Messi  pemain hebat. Namun, di balik capaian hebat megabintang Barcelona itu, ada evolusi dan adaptasi yang dilakukan untuk bertahan di levelnya.

Lionel Messi promosi ke tim utama Barcelona pada 2004. Pada musim pertamanya, Lionel Messi belum tampil reguler. Dia hanya tujuh kali bermain di La Liga dengan torehan satu gol.

Pada musim kedua, 2005-2006, performa Lionel Messi mulai menonjol. Hanya saja, dia masih berada di bawah bayang-bayang Ronaldinho yang sedang dalam performa terbaiknya.

Lionel Messi menancapkan hegemoni di skuad Barcelona musim 2008-2009. Saat itu, pemain asal Argentina mampu mencetak 23 gol di La Liga. Setelah itu, Messi selalu andalan klub asal Catalan.

 


Dimulai dari Penyerang Sayap Kanan

Lionel Messi. (AFP Photo/Gerard Julien)

Barcelona hampir selalu memakai formasi 4-3-3. Pada awal karir Lionel Messi, dia bermain dengan Ronaldinho (kiri) dan Samuel Eto'o (penyerang tengah). Lionel Messi berperan sebagai penyerang sayap kanan.

Lionel Messi punya segalanya untuk menjadi penyerang sayap kanan. Dia punya kaki kiri yang kuat untuk melakukan cut inside, lari cepat, dan kemampuan menggiring bola yang lihai. Dia sangat kuat dalam duel satu lawan satu.

Pada periode 2005 hingga 2008, dia lebih banyak bergerak di sisi kanan. Sesekali dia membuat gerakan memotong untuk masuk ke area tengah. Lionel Messi masih jarang masuk ke kotak penalti atau bergerak di sisi tengah.

 


Kebebasan dari Pep Guardiola

Barcelona meraih enam gelar sepanjang tahun 2009 berkat penampilan apik trio Lionel Messi (kiri), Samuel Eto'o (tengah), dan Thierry Henry (kanan). (AFP/Josep Lago)

Pada musim 2009-2010, Lionel Messi mencetak 34 gol dari 35 laga di La Liga. Total gol yang dicetak pemain kelahiran Rossario tersebut mencapai 47 di semua kompetisi.

Meningkatkan torehan gol Lionel Messi tak lepas dari adaptasi posisi yang dilakukan. Saat itu, Barcelona sudah dilatih Pep Guardiola dan Lionel Messi menjadi sentral permanen. Dia mulai sering bergerak di dekat kotak penalti.

Bahkan, La Pulga juga bergerak ke sisi tengah lapangan. Pep Guardiola memberi kebebasan penuh kepada Lionel Messi untuk bergerak. Apalagi, saat itu ada David Villa sebagai penyerang tengah yang bisa membuka ruang ke sisi sayap.

Lanjut Baca:

Pada 2012, Lionel Messi bahkan lebih sering bergerak dari sisi tengah lapangan daripada di sisi kanan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya