Asam Lambung Naik, Waspada 7 Ancaman Penyakit yang Mengintai

Asam lambung merupakan senyawa disinfektan atau pembunuh kuman. Senyawa ini terdiri dari asam klorida, natrium krolida, dan kalium klorida.

oleh Liputan6.comDiperbarui 09 Februari 2021, 12:19 WIB
Gambar ilustrasi

Liputan6.com, Jakarta - Asam lambung merupakan senyawa disinfektan atau pembunuh kuman. Senyawa ini terdiri dari asam klorida, natrium krolida, dan kalium klorida. Ketiganya bersifat asam dan harus selalu diperhatikan kadarnya.

Jika membiarkan asam lambung naik, akan ada banyak bahaya yang mengintai. Bahaya membiarkan asam lambung naik muncul karena lendir dinding lambung lebih sedikit dari asamnya. Jika terus dibiarkan, maka akan menyebabkan dinding lambung terluka.

Termasuk menyebabkan komplikasi penyakit yang tidak terduga. Tentu saja hal ini jelas berbahaya. Oleh karena itu, kenali gejala saat asam lambung naik dan bahaya yang mengintainya. Beberapa gejala saat asam lambung muncul ialah penderita akan mengalami rasa sakit yang menjalar ke leher dan tenggorokan.

Termasuk, batuk kering, mengi, asma atau pneumonia, mual atau muntah, radang tenggorokan, kesulitan menelan, sakit dada, erosi gigi, dan bau mulut.

Agar terhindar, terapkan pola hidup sehat, rajin berolahraga, dan tidur cukup. Berikut Liputan6.com ulas bahaya membiarkan asam lambung naik, Jumat (22/5/2020).

 

 


Striktur Kerongkongan (Esofagus)

ilustrasi asam lambung (Sumber: istockphoto)

Bahaya dari asam lambung kronis dapat menyebabkan terjadinya striktur kerongkongan. Struktur esofagus/kerongkongan menyebabkan rusaknya lapisan kerongkongan. Terutama disebabkan oleh iritasi peningkatan asam lambung.

Kerusakan akan berdampak pada pembentukan jaringan parut. Hingga membuat rongga kerongkongan menyempit. Striktur kerongkongan bukan pertanda dari kanker. Namun, akan tetap menimbulkan masalah kesehatan. Seperti sakit menelan, susah menelan, mudah tersedak, makanan tersangkut, dan seolah tersumbat di kerongkongan.


Esofagitis

Ilustraasi foto Liputan 6

Esofagitis merupakan peradangan pada lapisan kerongkongan. Muncul akibat komplikasi kenaikan asam lambung yang sudah parah. Di sini penting mengatasi asam lambung naik lebih dini.

Parahnya, esofagitis bisa mengakibatkan perdarahan, luka, dan iritasi pada kerongkongan. Luka yang ditimbulkan juga akan membuat kerongkongan menyempit. Hingga menimbulkan jaringan parut kronis pada lapisan kerongkongan. Komplikasi ini akan membuat penderita suli menelan.

Sulit saat menelan makanan dan minuman. Merasakan nyeri atau sakit saat menelan makanan, bahkan makanan mungkin saja tersangkut di kerongkongan.

Gejala esofagitis lainnya meliputi:

- Nyeri atau sakit pada dada, terutama di belakang tulang dada yang semakin terasa saat makan.

Lanjut Baca:

- Nyeri dada seperti terbakar (heartburn). - Radang tenggorokan. - Nafsu makan menurun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya