Jepang Setujui Alat Tes Antigen Virus Corona COVID-19 Pertama

Pada Rabu 13 Mei, Jepang berencana akan menyetujui alat pengujian antigen Virus Corona COVID-19 pertamanya.

oleh Natasha Khairunisa Amani diperbarui 12 Mei 2020, 14:28 WIB
Seorang pria yang mengenakan masker berjalan mlewati bar jalanan di Tokyo, Jepang, 28 April 2020. Pandemi virus corona COVID-19 mengadu kelompok yang bersedia mengikuti peraturan tetap tinggal di rumah dengan mereka yang menolaknya. (AP Photo/Eugene Hoshiko, File)

Liputan6.com, Tokyo- Kementerian Kesehatan Jepang akan menyetujui alat pengujian antigen Virus Corona COVID-19 pertamanya pada 13 Mei. Persetujuan pada alat tes antigen itu dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan jumlah tes diagnostik yang tersedia untuk menangani pandemi.

Pada April, Fujirebio, anak perusahaan penyedia layanan uji diagnostik dan laboratorium Jepang Miraca Holdings, mengajukan permohonan persetujuan pemerintah untuk alat antigennya, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (12/5/2020). 

Tes antigen mendeteksi protein yang dapat ditemukan pada atau di dalam virus. Alat tes itu biasanya menguji sampel dengan menggunakan penyeka, yang diambil dari rongga hidung. 

Menurut laporan, tes tersebut dapat mendeteksi virus dengan cepat, tetapi hasil negatif palsu pada tingkat yang lebih tinggi dikatakan bisa muncul daripada tes PCR dominan saat ini, atau tes reaksi berantai polimerase.

Tes antigen, setelah disetujui, kemungkinan akan digunakan untuk melengkapi tes PCR, kata Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato, kepada parlemen. 

Saksikan Video Berikut Ini:

2 dari 2 halaman

Situasi Pandemi Corona COVID-19 Terkini di Jepang

Seorang pria mengenakan masker pelindung berjalan di terowongan sebuah stasiun metro di Tokyo, Jepang, 11 Maret 2020. Pandemi virus corona COVID-19 membuat Jepang dilema untuk tetap menggelar Olimpiade 2020. (Photo by Philip FONG/AFP)

Menurut penyiar publik NHK Jepang telah melaporkan sekitar 16.680 infeksi yang dikonfirmasi, termasuk 712 dari kapal pesiar yang sebelumnya dikarantina di Yokohama, dan 670 kematian hingga saat ini. 

Perhitungan tersebut relatif rendah, dengan jumlah populasi sebanyak 126 juta, namun rendahnya tingkat pengujian telah membuat sulit untuk melacak virus, menurut kritikus, yang telah menyebabkan serangkaian infeksi di rumah sakit, melumpuhkan beberapa fasilitas.

Dibandingkan dengan 3.159 di Italia dan 3.044 di Jerman, Jepang telah melakukan 188 tes PCR per 100.000 orang Data dari panel ahli medis menasihati pemerintah menunjukkan pada pekan lalu. 

Amerika Serikat telah menyetujui alat tes antigen untuk Virus Corona COVID-19 pertamanya, yang dibuat oleh Quidel Corp.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya