Najwa Shihab Bikin Konser Cegah Corona Covid-19, Ini 6 Lagu Indonesia Populer Tentang Bencana

Kumandang “Rumah Kita” mengingatkan publik bahwa ada sejumlah lagu keren tentang bencana buatan musisi Indonesia. Apa saja?

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 24 Maret 2020, 17:30 WIB
Najwa Shihab. (Foto: Instagram @najwashihab)

Liputan6.com, Jakarta - Najwa Shihab mengajak puluhan musisi menyanyikan kembali lagu legendaris “Rumah Kita” karya sang maestro Ian Antono. Sejumlah musisi yang digandeng Najwa Shihab antara lain Raisa, Tantri Syalindri, Ari Lasso, Rossa, Afgan, hingga Ahmad Albar.

Najwa Shihab mengumumkan konser ini lewat akun Instagram terverifikasi miliknya, Minggu (22/3/2020). Menggemanya kembali “Rumah Kita” menandai konser #DiRumahAja gerakan meringankan beban masyarakat yang terdampak wabah virus Corona Covid-19.

Kumandang “Rumah Kita” mengingatkan publik bahwa ada sejumlah lagu keren yang dibuat untuk menandai terjadinya bencana baik skala lokal maupun nasional. Showbiz Liputan6.com mengajak Anda untuk mengingat kembali 6 lagu Indonesia keren tentang bencana. Simaklah.


1. Berita Kepada Kawan (Ebiet G. Ade)

Ebiet G Ade

Sejarah menggelari “Berita Kepada Kawan” sebagai disaster anthem. Apa pun musibah yang menimpa Tanah Air, stasiun televisi akan memutar lagu ini. Dari tsunami Aceh (2004) hingga gempa Yogyakarta (2006). Padahal lagu ini ditulis Ebiet G. Ade sebagai penanda tragedi Kawah Sinila, Dieng, Jawa Tengah, pada 1978. Kala itu, Kawah Sinila mengembuskan uap beracun yang merenggut nyawa 149 saudara kita.

Lebih dari itu, “Berita Kepada Kawan” adalah pengingat abadi bagi kita yang masih hidup. Ebiet menduga, “Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita, yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa. Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita, coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.”

 


2. Kita Untuk Mereka (Indonesian Voices, 2005)

Glenn Fredly. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Tanggal 26 Desember 2004 selamanya akan menjadi hari paling menyakitkan bagi Indonesia. Gempa bumi berkekuatan 8,8 skala Richter (versi lain menyebut 9,1 skala Richter -red.) yang melanda Aceh, adalah guncangan terbesar ketiga dalam sejarah dunia. Petaka ini mengetuk sejumlah musisi maupun penyanyi untuk menggalang dana lewat penjualan album Kita Untuk Mereka rilisan Sony BMG.

Album yang dirilis awal 2005 ini mengedepankan lagu menyayat “Kita Untuk Mereka” karya Glenn Fredly. Tsunami di Serambi Makkah mendukakan seluruh bangsa. Glenn menyalakan asa di tengah cucuran air mata dengan menulis, “Tetaplah tegar, kita kan hadapi bersama, pertolongan akan datang.”

Lanjut Baca:

Salah satu lagu tentang bencana terbaik yang pernah dibuat musisi dalam negeri. “Kemarau” menampar masyarakat Indonesia dengan pertanyaan klise yang terus diulang di bagian refrain, “Mengapa hutanku hilang dan tak pernah tumbuh lagi?” Lebih dari 40 tahun berlalu sejak tembang ini direkam, pertanyaan itu tetap relevan. Di tengah perubahan iklim global dan banjir yang makin rajin menggenang, penghijauan seolah solusi yang tak kunjung nyata. Pada 2007, lagu karya Oetje F. Tekol dan A. Tirtodibroto ini dinyanyikan kembali Armand Maulana di album Rockestra milik Erwin Gutawa. Versi Armand dan Erwin dilapisi orkestrasi mewah dari London Philharmonic Orchestra. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya