Bali Siapkan Tempat Karantina Massal Covid-19

Pemprov Bali juga tengah mencari alat pendukung rapid test

oleh Dewi Divianta diperbarui 22 Mar 2020, 07:30 WIB
Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra (paling depan) menyatakan Bali telah menyiapkan lokasi karantina massal (Liputan6.com/Dewi Divianta)

Liputan6.com, Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan langkah antisipasi dengan menyiapkan skenario terbaik dalam menanggulangi penyebaran Covid-19. Sebagaimana diketahui, hingga hari ini di Bali sudah tiga orang yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Dua di antaranya Warga Negara Asing (WNA) dan telah meninggal dunia. Sementara satu pasien lagi adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih dalam perawatan di rumah sakit. 

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tengah menyiapkan tempat karantina massal berkaitan pandemi Covid-19.

Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra melanjutkan, menyiapkan tempat karantina bagi warga migran atau tenaga kerja luar Bali yang kembali ke daerahnya, terutama yang berasal dari negara yang terjangkit.

"Bali berupaya menyiapkan tempat karantina di UPT Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat Provinsi Bali," kata Dewa Made Indra dalam siaran persnya, Sabtu (21/3/2020).

Selain itu, diberlakukan jalur khusus domestik di Bandara Ngurah Rai bagi PMI dan pelaut-pelaut yang pulang dari luar negeri. Di sisi lain, ia menegaskan jika tim sedang bekerja mencari alat pendukung yang berfungsi melakukan rapid test.

"Hingga saat ini belum ada di Indonesia. Rapid test bukan saja menjadi kepentingan masyarakat, namun juga menjadi kepentingan Pemerintah Provinsi Bali untuk satgas dalam penanganan virus corona (Covid-19)," jelas dia. 

Dalam kerangka itu, Dewa Made Indra mengaku telah menjalin kerja sama dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, baik BNPB maupun Kementerian Kesehatan.

"Kami juga berupaya menghubungi dan mencari penyalur alat melalui distributor yang menyalurkan alat kesehatan ataupun farmasi dan agen untuk mendapatkan alat tersebut, termasuk juga untuk pengadaan APD (Alat Pelindung Diri)," katanya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya