Lambat Tangani Corona Covid-19, Pochettino Kritik Pemimpin Eropa

Pochettino mengkritik para pemimpin Eropa karena mengelola situasi dengan tidak bertanggung jawab. Pochettino belum menangani tim setelah kepergiannya dari Tottenham

oleh Achmad Yani Yustiawan diperbarui 20 Mar 2020, 09:00 WIB
Mauricio Pochettino saat Tottenham Hotspur menghadapi Bayern Munchen di Grup B Liga Champions. (AFP/Daniel Leal-Olivas)

Liputan6.com, London - Mauricio Pochettino mengkritik pemimpin Eropa. Pochettino menilai mereka gagal bertindak terkait penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Pochettino, saat ini masih belum menangani tim setelah kepergiannya dari Tottenham Hotspur. Ia sebenarnya dikabarkan sudah banyak menerima tawaran dari klub, tapi tak pernah terwujud.

Covid-19 telah menyebar dengan cepat ke seluruh Eropa selama sebulan terakhir. Italia dan Spanyol saat ini sudah "menutup diri" untuk mencegah penyebaran virus.

Inggris juga menuju ke arah itu, setelah sekolah-sekolah akan ditutup di seluruh negeri mulai besok. Danlangkah-langkah lain kemungkinan akan menyusul.

Namun, respons mereka terhadap virus ini telah dikritik secara luas. Banyak yang merasa Perdana Menteri Boris Johnson dan pemerintahnya tidak menanggapi masalah ini dengan serius sampai semuanya terlambat.

Kekecewaan itu juga dirasakan Pochettino rasakan. Ia mengkritik para pemimpin Eropa karena mengelola situasi dengan tidak bertanggung jawab.

2 dari 3 halaman

Aspek Ekonomi

Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, berbincang dengan pelatih Cardiff City, Neil Warnock, pada laga Premier League di Stadion Cardiff City, Selasa (1/1). Tottenham Hotspur menang 3-0 atas Cardiff City. (AP/Mark Kerton)

"Mereka menangani diri mereka sendiri secara tidak bertanggung jawab dan membuat keputusan terlambat," katanya kepada Radio Del Plata, seperti dilansir TNT Sports.

"Saya mengerti bahwa aspek ekonomi berperan dalam sepak bola dan merupakan faktor penentu sebagian besar waktu, tetapi melihat semua yang terjadi, saya pikir di Eropa, mereka berhasil secara tidak bertanggung jawab dan membuat keputusan yang terlambat."

3 dari 3 halaman

Lambat Bereaksi

Mirip dengan penanganan situasi umum Inggris, Liga Premier lambat bereaksi terhadap Covid-19. Mereka lama menunda kompetisisetelah liga-liga lain di seluruh dunia melakukannya.

Hanya ketika manajer Arsenal Mikel Arteta dites dan hasilnya positif. Beberapa klub di Liga Inggris langsung bereaksi dan hingga akhirnya kompetisi ditunda.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya