Penelitian Ini Sebut Pengendara Mobil Mewah Cenderung Arogan dan Suka Melanggar Aturan

Memiliki mobil mewah dengan performa tinggi merupakan impian banyak orang. Selain menjadi sorotan di jalanan, duduk di balik lingkar kemudi mobil jenis ini juga bisa memacu adrenalin.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 07 Februari 2020, 18:39 WIB
Para juragan Arab ini kerap touring bersama dengan komunitasnya ke beberapa kota atau mengunjungi negara tetangga.

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki mobil mewah dengan performa tinggi merupakan impian banyak orang. Selain menjadi sorotan di jalanan, duduk di balik lingkar kemudi mobil jenis ini juga bisa memacu adrenalin.

Sebuah studi yang dilakukan Profesor Psikologi University of Helsinki’s Swedish School of Social Science, Jan-Erik Lonngvist, menunjukkan bahwa pengendara mobil mewah cenderung melanggar rambu-rambu lalu lintas dan bersikap agresif.

Dikutip dari World of Buzz, Jumat (7/2/2020), kajian yang terbit dalam Journal of International Psychology ini menyebut pemilik dan pengendara mobil mewah sembrono. 

Mereka termasuk pengguna jalan yang paling tidak memperhatikan aturan lalu lintas. Misalnya, ngebut, tidak memberikan lampu sein, cenderung mengemudi agresif.

Kajian ini berdasarkan pada asumsi kekayaan bisa merusak pola pikir seseorang, membentuk perilaku konsumtif, dan berperilaku tidak etis.

Ditambahkan juga orang-orang yang menyukai mobil mewah adalah berkarakteristik narsisme dan ingin menonjolkan status sosial.

Jan Erik menilai pengemudi mobil mahal cenderung lebih rentan terhadap pelanggaran lalu lintas dan membuat mereka lebih sering memotong jalan pejalan kaki. Dikatakan juga pria pengemudi mobil mewah lebih ceroboh daripada yang wanita.

Sumber : Dream.co.id

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya