5 Cara yang Perlu Ditempuh MU agar Kembali Jadi Klub Besar

MU terpuruk sejak berakhirnya era kepelatihan Sir Alex Ferguson.

oleh Hanif Sri YuliantoDiterbitkan 28 Januari 2020, 18:10 WIB
Ekspresi bek Manchester United, Phil Jones (kanan), saat merayakan gol ke gawang Tranmere pada babak keempat Piala FA, Minggu (26/1/2020). (AFP/Paul Ellis)

Jakarta- Manchester United (MU) meraih kesuksesan besar di era Sir Matt Busby dan Sir Alex Ferguson. Namun, performa mereka melorot semenjak Ferguson pensiun pada 2013.

MU belum kembali menjuarai Premier League sejak Ferguson undur diri. Pencapaian terbaik Setan Merah setelah era Ferguson adalah finis di posisi kedua Premier League, tepatnya saat ditangani Jose Mourinho. 

Selain itu, Red Devils tak pernah benar-benar jadi penantang serius dalam persaingan gelar. Bahkan, MU kerap gagal menyabet tiket tampil di Liga Champions, seperti musim ini.  

Kans Manchester United untuk lolos ke Liga Champions musim depan juga cukup berat. Sepanjang musim ini, penampilan MU tak konsisten dan kerap kalah dari tim-tim semenjana. 

Tim besutan Ole Gunnar Solskjaer masih tercicer di peringkat kelima, defisit 33 poin dari Liverpool yang jadi pemuncak klasemen. MU juga tertinggal enam poin dari peringkat empat Chelsea. 

Jalan Manchester United kembali ke jajaran elite Premier League maupun di Eropa terbentang panjang dan terjal. 

MU perlu menemukan solusi yang tepat dan efektif untuk mengangkat performa tim. Berikut 5 langkah yang perlu ditempuh Manchester United untuk kembali ke jajaran elite di Premier League dan Eropa, seperti dilansir Sportskeeda, Selasa (28/1/2020).


1. Pekerjakan Direktur Olahraga

CEO Manchester United, Ed Woodward. (AFP/Oli Scarff)

Manchester United menjadi satu di antara klub Premier League yang tidak memiliki Direktur Olahraga. Padahal, pesaing berat mereka seperti Arsenal, Manchester City dan Chelsea memiliki pos tersebut.

Posisi tersebut cukup penting untuk negosiasi dan pembelian pemain yang sesuai dengan rencana manajer.

Posisi Direktur Olahraga di Manchester United dirangkap oleh Wakil Ketua Eksekutif, Ed Woodward. Ia merupakan akuntan lulusan Universitas Bristol dan menjadi tangan kanan keluarga Glazers.

Woodward dinilai bertanggung jawab atas kegagalan beberapa transfer pemain incaran Manchester United. Ia lebih tertarik mendatangkan pemain yang memiliki potensi nilai pasar yang tinggi.

Itu dibuktikan dengan hadirnya beberapa sponsor besar ke Manchester United dalam beberapa tahun terakhir.


2. Temukan Pola Permainan

Manajer Manchester United asal Belanda, Louis van Gaal. (AFP/Glyn Kirk)

Melihat pertandingan Manchester United membuat kita bertanya apa yang mereka lakukan sepanjang waktu di tempat latihan. Mereka bermain dengan kesusahan, kemenangan yang didapat tidak jauh dari keberuntungan daripada sistem yang berjalan baik.

Lanjut Baca:

Sejak ditinggal Ferguson tujuh tahun lalu, ada empat manajer telah ditunjuk dengan membawa sistem bermain yang berbeda. David Moyes tidak memiliki waktu yang cukup untuk menerapkan sistem bermainnya. Louis van Gaal berbicara tentang filosofi selama dua tahun, namun sedikit memberi bukti di lapangan. Sementara Jose Mourinho bermain dengan sepak bola pragmatis. Manchester United perlu mendatangkan manajer yang tepat dan mampu mengimplementasikan filosofinya di lapangan. Mereka perlu meniru Guardiola dan Jurgen Klopp yang mampu memberikan filosofi yang jelas bagi Manchester City dan Liverpool.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya