PAM Jaya Ajukan Anggaran Rp 1,77 Triliun, untuk Apa?

Menurut Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo angka tersebut berdasarkan kebutuhan air bersih di Jakarta hingga 2023 dengan persentase air bersih sebesar 82 persen.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 07 November 2019, 09:47 WIB
Petugas memperbaiki saluran pipa air bersih milik PAM Jaya yang bocor di kawasan proyek Jalan Layang Tol Becakayu, Jakarta, Jumat (15/12). (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya mengajukan nilai penyertaan modal daerah Rp 1,77 triliun dalam usulan anggaran APBD 2020. Usulan itu disampaikan dalam rapat Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Menurut Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo angka tersebut berdasarkan kebutuhan air bersih di Jakarta hingga 2023 dengan persentase air bersih sebesar 82 persen.

"Untuk itu, kita mengajukan PMD sebesar RP 1,77 triliun," kata Priyatno, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Priyatno menyebut anggaran yang diusulkan tersebut akan dialokasikan ke tiga kegiatan. Pertama, peningkatan cakupan pelayanan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) dan pengembangan jaringan sebesar Rp 764,7 miliar.

Nantinya, kata Priyatno, anggaran itu dipecah lagi untuk kegiatan pembangunan SPAM Pesanggarahan Tahap II sebesar Rp 195 miliar, reinforcement dan extention jaringan transimisi dan distribusi sebesar Rp 275 miliar, pembangunan SPAM Ciliwung, Pejaten sebesar Rp 250 miliar dan suplai ke area Pegadungan-BP dan reservoir Cikokol sebesar Rp 26,7 miliar.

"Kedua, PMD juga diajukan untuk pembiayaan program ketahanan pelayanan air bersih sebesar Rp 310 milliar," ujarnya.

Sama dengan kegiatan kerja pertama, nilai alokasi kerja kedua akan dipecah untuk kegiatan relokasi pipa akibat terkena proyek pemerintah seperti proyek MRT Tahap 2 dan proyek pemerintah lainnya sebesar Rp 30 miliar. Serta relokasi SPAM Cilandak sebesar Rp 280 miliar.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

Pelayanan Masyarakat

Ketiga, ia menyebut anggaran akan digunakan untuk membiayai pelayanan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar Rp 15 miliar. Dan keempat pipa distribusi SPAM Jatiluhur Tahap I sebesar Rp 700 miliar.

"Untuk SPAM Jatiluhur Tahap 1, kita memang ada keterkaitan dengan program nasional, pemerintah ppsuat. Karena kita harus menerima air dari Jatiluhur. Kita tidak boleh terlambat dalam menerima air curah dari SPAM ini kalau sudah selesai dibangun. Jadi perlu dibangun perpipaan untuk distribusi air baku dari SPAM Jatiluhur," tukasnya.

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya