Jokowi Ingatkan Menteri Kabinet Indonesia Maju: Jangan Sampai Ribut di Luar

Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga mengingatkan bahwa sinergi antar kementerian harus tetap dijaga. Jokowi meminta menteri untuk berkoordinasi lewat Menteri Koordinator.

oleh Lizsa Egeham diperbarui 24 Okt 2019, 12:17 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Menlu Retno Marsudi dan mensesneg Pratikno memberi keterangan terkait keinginan Amien Rais maju dalam pemilihan presiden 2019 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, (12/6). (Liputan6.com/Pool/Biro pers Setpres)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para menteri Kabinet Indonesia Maju untuk menjalankan setiap keputusan yang diambil di dalam rapat. Jokowi tak ingin ada gaduh antar kementerian.

"Jadi dalam setiap rapat, baik paripurna, terbatas atau internal ada payung hukum, kalau sudah diputuskan dalam rapat, jangan sampai di luar masih diributkan lagi," ujar Jokowi saat memimpin sidang kabinet paripurna perdana di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Jokowi menegaskan bahwa pemerintahannya bekerja secara tim. Pasalnya, dia menilai dalam membangun sebuah negara tak bisa kerja menteri per menteri atau sektoral saja.

"Ini kerja membangun negara besar, tidak mungkin menteri kalau sendiri-sendiri, ini kerja tim yang dikoordinasi para Menko," jelas dia.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga mengingatkan bahwa sinergi antar kementerian harus tetap dijaga. Jokowi meminta menteri untuk berkoordinasi lewat Menteri Koordinator.

"Saya juga baru dengar. Bagaimana kita mengkonsolidasi jika diundang tidak hadir. Ini harus saya garis bawahi. Sekali lagi kerja tim," kata Jokowi.

Dalam arahannya, dia menyampaikan sejumlah hal yang akan dikerjakan selala lima tahun kedepan. Jokowi menekankan menteri tak diperbolehkan membuat visi misi sendiri.

"Tidak ada visi misi menteri. Yang ada adalah visi misi presiden dan wakil presiden. Tolong dicatat," tegas Jokowi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya