Liputan6.com, Jember: Polisi masih mengusut kasus meledaknya katup uap di Pabrik Gula Semboro, Tanggul, Jember, Jawa Timur. Rencananya, polisi memeriksa administratur pabrik gula mengenai tidak adanya tanda peringatan bahaya pada katup uap. "Padahal, selain mudah terbakar atau meledak, katup uap itu juga mengandung gas beracun," kata Kepala Satuan Reserse Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Polisi Bustam Arief, Selasa (3/9).
Sementara keluarga korban, hingga kini belum mengetahui pasti perihal santunan yang akan diberikan Pabrik Gula Semboro. Sebab, meski telah bekerja selama 5-6 tahun, korban hanyalah pekerja borongan lepas.
Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa ledakan ini menewaskan empat pekerja dan melukai 13 lainnya. Musibah ini terjadi ketika 30 karyawan dan buruh lepas pabrik gula membersihkan katup di bagian tengah pabrik [baca: Katup Uap Pabrik Gula Meledak, Empat Tewas].(ZAQ/Tim Liputan 6 SCTV)
Sementara keluarga korban, hingga kini belum mengetahui pasti perihal santunan yang akan diberikan Pabrik Gula Semboro. Sebab, meski telah bekerja selama 5-6 tahun, korban hanyalah pekerja borongan lepas.
Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa ledakan ini menewaskan empat pekerja dan melukai 13 lainnya. Musibah ini terjadi ketika 30 karyawan dan buruh lepas pabrik gula membersihkan katup di bagian tengah pabrik [baca: Katup Uap Pabrik Gula Meledak, Empat Tewas].(ZAQ/Tim Liputan 6 SCTV)