Teh Hangat untuk Mahasiswa Korban Gas Air Mata di DPR

Di RSPP, petugas rumah sakit menenangkan setiap mahasiswa yang dalam kondisi panik, datang membawa rekannya.

oleh Nanda Perdana Putra diperbarui 24 Sep 2019, 20:13 WIB
Sejumlah mahasiswa dibawa ke RSPP setelah terkena gas air mata di gedung DPR. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, kebanjiran pasien mahasiswa dari universitas berbagai daerah di Indonesia. Mereka merupakan pengunjuk rasa yang memperjuangkan pembatalan RUU KUHP di depan Gedung MPR DPR, Jakarta.

Pantauan Liputan6.com, Selasa (24/9/2019), jelang pukul 18.00 WIB, sirine ambulan mulai bersahutan di sepanjang Jalan Kyai Maja, Jakarta Selatan, dan sekitarnya. Kendaraan tersebut mengangkut mahasiswa yang pingsan lantaran tak kuat menahan gas air mata dari petugas kepolisian.

Aparat keamanan TNI Polri memang berupaya membubarkan massa yang masih berusaha bertahan, meski sudah melewati batas waktu aksi pukul 17.00 WIB. Semprotan air dan gas air mata pun ditembakkan.

Para mahasiswa pun berlarian menghindar. Banyak yang terjatuh dan mengalami luka memar, mulai dari kepala hingga lutut.

Sebagian dari mereka tak sadarkan diri. Rekan lainnya menggunakan motor membawa para korban ke RSPP. Termasuk juga meminta bantuan ambulan yang bersiaga di sekitar gedung DPR MPR.

Di RSPP, petugas rumah sakit menenangkan setiap mahasiswa yang dalam kondisi panik, datang membawa rekannya.

"Teman saya sudah mau mati ini," teriak mahasiswi Universitas Trisakri menangis histeris.

Satu per satu korban ditangani perawat. Ada yang dibawa ke ruang berkode hijau, biru, dan merah. Jika dinilai parah, korban dibawa menggunakan ranjang dorong.

Di ruang hijau, tampak 20 mahasiswa yang sebagian besar perempuan, duduk di atas kursi roda. Perawat dengan perlahan mengajak bicara sambil menyuguhi teh hangat.

"Lelah ya dek, capek. Minum dulu, pelan-pelan, panas," kata ibu perawat.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya