Liputan6.com, Bandarlampung: Empat remaja putri yang tewas saat menonton konser Sheila on 7 telah dimakamkan oleh keluarganya. Astriafiah, seorang di antara korban, ternyata putri dari Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan Nasional Provinsi Lampung. Sedangkan tujuh korban yang mengalami luka-luka, hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Sementara itu, menurut Kepala Kepolisian Kota Besar Bandarlampung Superintendent Tri Parnoyo, musibah tersebut terjadi akibat jumlah penonton yang melebihi kapasitas gedung. Ia memperkirakan jumlah penonton konser tersebut mencapai 6.000 orang, jauh melebihi kapasitas Gelanggang Olahraga Saburai yang hanya sanggup menampung 4.500 orang.
Dikatakan Tri Parnoyo, saat meminta ijin kepada polisi, Pedes Production --penyelenggara dari Jakarta-- mengatakan hanya akan menjual 1.000 tiket. Itu sebabnya, polisi tak ragu untuk mengeluarkan izin keramaian di GOR Saburai.
Sebagai pertanggungjawaban atas kejadian itu, polisi telah memeriksa empat orang dari Pedes Production. Kendati begitu, status mereka belum ditentukan. Polisi juga masih menyelidiki informasi yang menyatakan penyelenggara sengaja tidak merobek karcis dan menjual kembali karcis tersebut, sehingga jumlah penonton membludak.
Namun, keterangan polisi dibantah oleh Reno Sarah Sahabudin, dari Pedes Production. Menurut dia, panitia tak menjual karcis secara ulang. Penyebab kejadian itu adalah ulah sebagian penonton yang membuka paksa empat pintu GOR. Meski demikian, Reno berjanji akan bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.(ULF/Bisrie Merduani)
Sementara itu, menurut Kepala Kepolisian Kota Besar Bandarlampung Superintendent Tri Parnoyo, musibah tersebut terjadi akibat jumlah penonton yang melebihi kapasitas gedung. Ia memperkirakan jumlah penonton konser tersebut mencapai 6.000 orang, jauh melebihi kapasitas Gelanggang Olahraga Saburai yang hanya sanggup menampung 4.500 orang.
Dikatakan Tri Parnoyo, saat meminta ijin kepada polisi, Pedes Production --penyelenggara dari Jakarta-- mengatakan hanya akan menjual 1.000 tiket. Itu sebabnya, polisi tak ragu untuk mengeluarkan izin keramaian di GOR Saburai.
Sebagai pertanggungjawaban atas kejadian itu, polisi telah memeriksa empat orang dari Pedes Production. Kendati begitu, status mereka belum ditentukan. Polisi juga masih menyelidiki informasi yang menyatakan penyelenggara sengaja tidak merobek karcis dan menjual kembali karcis tersebut, sehingga jumlah penonton membludak.
Namun, keterangan polisi dibantah oleh Reno Sarah Sahabudin, dari Pedes Production. Menurut dia, panitia tak menjual karcis secara ulang. Penyebab kejadian itu adalah ulah sebagian penonton yang membuka paksa empat pintu GOR. Meski demikian, Reno berjanji akan bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.(ULF/Bisrie Merduani)