Di Fase Awal Pemulangan, Jemaah Haji Diminta Tak Bawa Barang Berlebihan

Saat ini, jemaah haji secara bertahap telah kembali ke pemondokan usai menjalani rangkaian ibadah haji mabit dan melontar jumrah di Mina.

oleh Nurmayanti diperbarui 13 Agu 2019, 19:16 WIB
Jemaah haji tiba di Bandara King Abdulaziz, Jeddah. Darmawan/MCH

Liputan6.com, Makkah - Jemaah haji diimbau tak membawa barang berlebihan dari Tanah Suci untuk dibawa ke Indonesia. Rencananya gelombang pertama pemulangan jemaah haji berlangsung pada 17 Agustus 2019 dari Bandara King Abdulaziz, Jeddah.

"Saya berharap kepada seluruh jemaah untuk jangan berlebihan membawa barang-barang yang tidak penting," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin di Makkah, Selasa ( 13/8/2019).

Sebagai contoh air zam-zam. Jemaah diimbau tak memasukkannya ke dalam koper atau tas bawaan lain.

Koper atau tas tersebut pasti akan diperiksa petugas dan tidak diperkenankan masuk ke pesawat.

Setiap jemaah sudah diberikan jatah air zam-zam sebanyak 5 liter, yang bisa mereka bawa pulang ke Tanah Air.

Saat ini, jemaah haji secara bertahap telah kembali ke pemondokan usai menjalani rangkaian ibadah haji mabit dan melontar jumrah di Mina.

"Saya sudah perintahkan kepada seluruh petugas sektor, kloter, karu, karom kembali mempersiapkan kedatangan jemaah ke hotelnya masing-masing," tambah Menag Lukman.

Petugas akan menempati pos atau daerah kerja masing-masing. Seperti Daker Makkah, Daker Madinah dan Daker Bandara Jeddah-Madinah.

 

 

 

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya