Polda Selidiki Menghilangnya Elpiji di Sulsel

Sejumlah daerah di Provinsi Sulsel dikabarkan mengalami kelangkaan elpiji 3 kg

oleh Eka Hakim diperbarui 04 Agu 2019, 22:27 WIB
Sejumlah daerah di Sulsel alami kelangkaan elpiji 3 kg (Liputan6.com/ Eka Hakim)

Liputan6.com, Makassar Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel akan menurunkan tim mengusut adanya kelangkaan elpiji 3 kg di beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono ia belum mendapatkan data lengkap mengenai adanya kelangkaan elpiji 3 kg di sejumlah wilayah di Sulsel.

"Makanya kami akan turun mengecek dulu," ujar Yudhiawan.

Terpisah, Rina (31) warga Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros mengatakan kelangkaan elpiji 3 kg di daerahnya sudah terjadi sejak dua pekan lalu.

"Kami sudah dua pekan ini cari elpiji 3 kg ke Kota Makassar karena hampir beberapa toko kelontongan di wilayah kami stok elpiji 3 kg kosong," ucap Rina.

Meski terbilang langka, harga elpiji 3 kg yang ia beli dari toko kelontongan di Kota Makassar tak mengalami kenaikan. Setabung elpiji 3 kg ia beli dengan harga Rp 20 ribu.

"Tapi toko kelontongan hanya melayani pembelian untuk satu tabung saja. Katanya stok sangat terbatas," tutur Rina.

Hal yang sama juga dialami Roel (47) warga Jalan Tamalate, Makassar. Ia kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg di daerah tempat ia berdomisili.

"Kemarin itu sempat dapat di sebuah toko kelontongan di Kompleks Minasaupa Makassar. Harga tetap sama dan dilayani hanya untuk satu tabung saja," terang Roel.

Ia berharap kelangkaan elpiji 3 kg tidak berlangsung lama. Karena rumah tangga sepertinya sangat bergantung dengan elpiji 3 kg guna memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.

"Semoga pihak terkait dalam hal ini Pertamina bisa memulihkan kondisi ini. Apalagi musim pemakaian elpiji 3 kg jelang Idul Adha," Roel menandaskan.

saksikan video pilihan di bawah ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya